Skenario New Normal, Johan Rosihan : Jangan Sampai Menimbulkan Shock Culture Baru

  • Whatsapp
Johan Rosihan
Johan Rosihan
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.idPemerintah tengah menyiapkan skenario normal baru atau new normal untuk kembali menggerakkan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.

Johan Rosihan, Anggota Komisi IV DPR-RI mengatakan semoga ini bukan yang orang Melayu sebut dengan tiba masa tiba akal, kita tidak melihat keberhasilan pemerintah dalam PSBB yang sudah diterapkan sebelumnya bisa menurunkan angka penyebaran covid 19, kenapa tiba-tiba buat new normal?

Bacaan Lainnya

“Apa itu new normal? Semua orang jangan dibiarkan membuat persepsi masing-masing, karena akan menyulitkan kalau nanti dipaksa akan diterapkan. Kalau serius, tolong direncanakan sebaik mungkin, dikaji semua sisi penerapan nya, baik dari tingkat kedisiplinan masyarakat maupun dari kemampuan aparat dalam menjaga nya tidak dengan memaksa dan kekerasan tetapi dengan membangun kesadaran dan pendekatan kemanusiaan yang wajar,” kata Politikus FPKS Johan Rosihan saat dikonfirmasi WARTALIKA.id di Jakarta, Minggu (31/5) pagi.

Ia mengatakan untuk itu diperlukan edukasi yang serius dan terencana jangan tiba tiba, jangan sampai new normal akan menimbulkan shock culture baru ditengah kehidupan masyarakat kita.

“Seberapa siap rumah sakit dan tenaga medis kita juga peralatan medis kita jika new normal itu gagal seperti beberapa negara yang coba coba menerapkan new normal itu. PSBB saja, kita banyak yang jatuh dan banyak di karantina kok, apalagi mau terapkan new normal yang sebagian masyarakat belum mengerti,” ungkap Johan.

Lanjut dia mengatakan yang dikhawatirkan dalam penerapan new normal yang tidak tepat dan tidak disiplin justru diawal akan membuat masyarakat seperti menemukan kebebasan baru.

“Akibat kurang lebih 3 bulan di rumah saja, pastilah sulit dikendalikan ditengah kebiasaan permisif aparat kita, semua bisa diatur, semua bisa di nego,” tandasnya.

Pos terkait