Membaca Perseteruan Adian Napitupulu Vs Erick Thohir

  • Whatsapp
Erick Thohir Vs Adian Napitupulu
Erick Thohir Vs Adian Napitupulu [dbs].
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Dampak perseteruan Erick Thohir menarik untuk kita ikuti. Ingat kan janji-janji Erick ketika terpilih sebagai Menteri, sama halnya juga dengan Jenderal Fahrul Rozi saat diangkat menjadi menteri agama. Banyak janji-janji yang diumbar ke publik.

“Berharap publik memberikan kesempatan kepada menteri yang terpilih dan masuk Kabinet Jokowi jilid II. Jabatan menteri adalah jabatan politik, maka berlaku hukum politik pula. Jika menteri terlalu lurus maka akan berhadapan dengan pemain lama atau sistem yang lama sudah berurat dan berakar,” ungkap Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F Silaen kepada Wartawan di Jakarta. Sabtu (20/6).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut dikatakan Samuel F Silaen, tak mudah memang mengubah paradigma dan karakter pemain lama yang sudah kadung nyaman disinggasananya, punya amunisi dan jaringan yang kuat pula. Hanya saja di jaman Presiden Jokowi periode kedua ini pemain lama sedikit banyak tersisih dari area permainan.

“Pada periode pertama mereka sabar diantrian karena bukan pendukung, tapi sekarang pendukung dan tidak pendukung sudah berbaur jadi satu, pasca gabungnya capres #02,” ungkap Silaen aktivis organisasi kepemudaan itu.

Menurutnya, kesabaran ada batasnya karena bensin sudah mulai menipis akibat ‘puasa’. Sebagian besar pemain sudah tak sabar karena dianggap, ini waktu untuk ‘come back again’ ada juga yang berganti baju memanfaatkan keadaan/ situasi sosial politik terkini.

“Pemain handal tak kenal lelah untuk menggocek bola agar masuk gol, minimal ikut mengatur permainan seperti kasus jual skor di PSSI. Istilah kerennya mafia, jadi kalau sekarang ada kesan Adian Napitupulu vs Erick Thohir itu hanya puncak gunung es saja. Pertarungan pemain lama dan baru yang ingin tetap bercokol,” papar alumni LEMHANAS Pemuda I 2009 itu.

Adian Napitupulu bukan pemain baru dalam agitasi dan akrobatik politik, dia senior saya di G*KI. Apalagi dia sudah masuk ke dua periode berada di Senayan. “Dia sudah sudah fasih peta politik kedepan. Cara yang dia tempuh dengan berhadapan terbuka dengan Meneg BUMN, ini karena ada kebuntuan politik,” ungkap Silaen.

“Adian Napitupulu pun bukan bertindak atas diri sendiri saja tapi istilahnya gerbong yang juga turut berjibaku. Dalam pengamatan saya, pastilah ini sudah masuk ke pertarungan politik 2024. Erick disinyalir ‘kawan’ sudah mulai membangun ‘persiapan menuju 2024’ jadi jangan heran jika penonton seringkali dibuat ‘terenyit’ dahinya menyaksikan polemik yang ada saat ini,” beber Silaen.

Politik itu dinamis sekali, hari ini bisa berseberangan dan besoknya ‘berkonco’ lagi. “Istilah tak ada musuh yang abadi itu nyata adanya kawan! Jadi sebagai pengamat sosial politik yang juga pernah sebagai TA di Senayan. Sedikit banyak paham dan ngertiii pola permainan elite politik,” ungkap Silaen.

“Jadi saya sebagai Relawan pendukung Jokowi dari 2004 hingga 2019 (silakan tanya mbah google saja), meskipun saya bukan top leader, sedikit banyak turut andil mensukseskan hajatan akbar pilpres tersebut hingga terpilihnya Jokowi. Sayapun tahu diri bahwa masuk ke lingkaran elite itu tidak gampang,” pungkas Silaen.

Editor : Drey

Pos terkait