RUU HIP Pintu Empuk Menggoreng Isu Komunisme PKI, Samuel F Silaen : Tak Ada Loh Tak Rame

  • Whatsapp
Samuel F. Silaen RUU HIP
Foto : Samuel F. Silaen
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Tak ada loh tak rame. Ini pas banget buat kaum pikun bin kadal. Isu komunisme memang enak banget digoreng oleh kelompok tertentu yang kepentingan kelompoknya terusik oleh kehadiran RUU HIP.

“Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) itu menjadi pintu ’empuk’ untuk menggoreng isu komunisme atau PKI. Coba saja mereka ditangkap lalu dikumpulin dalam satu tempat untuk diinterogasi lalu disiarkan secara langsung atau live untuk menjawab tuduhan tendensius mereka terhadap PKI yang bangkit kembali itu,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA) Samuel F. Silaen kepada wartawan di Jakarta. Rabu (24/6/2020).

Bacaan Lainnya

Lanjutnya, siapa yang menjadi dalang atau otak intelektual penyebar isu PKI bangkit lagi. Menjadi pertanyaan banyak orang selama ini. Jualan isu PKI dan ideologi komunis menjadi ‘hot isu’ yang dimainkan oleh pendukung ideologi transnasional diluar vs ideologi pancasila.

“Ini perlu diseriusi oleh pemerintah melalui aparat penegak hukum disemua level birokrasi. Agar pengkerdilan nilai-niai luhur pancasila tak berlangsung terus menerus dinegeri ini,” papar Silaen serius Alumni LEMHANAS Pemuda I 2009 itu.

“Jangan sampai isu komunisme ini bagian dari agenda politik ‘settingan’ pihak tertentu biar gaduh Republik ini dan konsentrasi pemerintah terbelah/pecah dan tidak fokus menangani/menyelesaikan kasus-kasus yang ‘gede’ semisal korupsi kelas kakap dan lain-lain. Jadi istilahnya bagian dari pengalihan isu begitu,” ungkap Silaen.

Menurutnya, isu komunisme atau PKI menjadi isu rutin dan tahunan yang selalu hot (panas) karena dimainkan rapih, cantik oleh kelompok tertentu. Pertanyaan saya, kenapa kasus yang beginian tak pernah tuntas sampai ke akar-akarnya? Siapa sih yang terlibat dalam penggorengan isu PKI ini?

Penguatan ideologi negara Indonesia, lanjut Samuel F Silaen yakni pancasila di RUU HIP wajib dilakukan ditengah terjadinya ‘proxy war global’ lewat masuknya ideologi trans-nasional yang dijadikan jualan (komoditi politik) oleh pihak-pihak tertentu untuk melemahkan ideologi negara pancasila sungguh nyata terjadi dan massif.

“Menjadi aneh saja buat saya, setiap tahun isu komunisme dan PKI seperti ‘on off’ gitu! Kayak jamur tumbuh di musim hujan. Kalau ada hujan maka tumbuh jika musim kering maka mati. Jadi isu komunis atau PKI bangkit itu persis seperti disiram sesuatu dehh, basi… Jadi terjadilah letupan-letupan disana-sini,” ungkap Silaen aktivis organisasi kepemudaan itu.

Semua orang tahu karena dipelajari disekolah-sekolah, PKI itu, kata dia masa lalu yang kelam dalam perjalanan bangsa ini, pertarungan politik global turut andil menciptakan terjadinya masa kelam tersebut dinegeri ini.

Pertarungan blok barat dan blok timur diera perang dingin dua raksasa kekuatan politik dunia itu menarik kekuatan politik kekuasaan dalam negeri indonesia untuk terlibat. Hal inilah yang belum tuntas diluruskan dinegeri ini karena diera reformasi ini banyak terkuak fakta-fakta baru yang belum terkonfirmasi tapi sudah terpublikasi dimedia online (wikipedia).

“Sekarang siapa kira-kira yang diuntungkan dengan maraknya isu komunis/PKI bangkit lagi itu? Ini serius bertanya kepada pembaca yang berbahagia. Agar kita sama-sama berdiskusi cerdas yang mencerahkan, bukan hoax non literasi alias semau gue!,” tanya Silaen.

“Pemerintah melalui institusi negara yakni para penegak hukum serius membongkar penggorengan isu-isu komunis/PKI bangkit lagi disematkan di RUU HIP, penuntasan isu-isu komunis atau PKI ini harus dilakukan agar tidak selalu dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk mencari keuntungan pribadi atas kegaduhan yang terjadi ditengah masyarakat,” tandas Silaen.

Editor : Drey

Pos terkait