Pengamat Politik : Halo Pak Presiden Indonesia, Jangan Marah-marah, Tersenyumlah

  • Whatsapp
Samuel F Silaen
Samuel F Silaen bersama Ir. H. Joko Widodo

WARTALIKA.id – Melihat dan membaca berita-berita yang berseliweran diberbagai media televisi dan online sepertinya Presiden Indonesia sedang galau keras akibat situasi nasional yang sulit saat ini sehingga emosi jiwa meninggi.

Berbagai macam persoalan dilapangan itu sudah biasa terjadi, tak mungkin rasanya semuanya beres dimasanya presiden Jokowi.

Bacaan Lainnya

“Presiden dalam situasi dunia seperti sekarang, jangan mudah terpancing emosi oleh pressure elite-elite yang sedang dibunyikan nyaring bak singa yang mengaum ditengah-tengah hutan belantara seperti hendak menelan korbannya. Lihat saja sehebat Prof. Dr. Cornellis Lay saja yang hidupnya datar-datar, cepat pulang kembali ke pangkuan yang Maha Kuasa,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F Silaen kepada wartawan. Sabtu (8/8).

Lanjutnya, hal itulah yang membuat elite-elite atau tokoh- tokoh (tak usah sebutin nama) yang sekarang ini gencar menggonggong pemerintah, itu mereka-mereka lakukan agar adrenalinnya terus dan tetap kencang dan itulah yang membuat mereka-mereka makin sehat.

“Jadi hari-hari ini tak begitu baik dan tak seindah yang Presiden bayangkan semasa kampanye, situasi politik dunia sedang suram, berkecamuk dan cenderung kacau. Saat ini Jokowi harus perbanyak senyuman dan sidak-sidak ke daerah dimana rakyat menanti uluran tangan Presidennya,” ujar Silaen.

Dikatakannya, sekali-sekali boleh marah tapi jangan marah- marah atau curhat seperti gaya presiden sebelumnya, tapi bukan mengeluh, hancur berantakan kalau sampai orang kuat mengeluh, ada baiknya disimpan/disembunyikan jauh lebih penglihatan publik.

“Orang nomor satu di Republik ini masa mengeluh sih. Kalau Bapak presiden Jokowi mengeluh lantas Rakyat Indonesia mau menjerit kepada siapa lagi,” imbuh Silaen.

“Presiden Jokowi terpilih sudah pasti se-ijin dari yang Maha Kuasa. Seberat apapun tantangan yang menghadang pastilah sang pemberi kesempatan menolong dan mampukan. Tak semua orang yang merasa mampu jadi presiden, nyatanya sudah dicoba tak bisa terpilih kan!. Bahkan ada yang mencoba berkali-kali namun gagal alias belum waktunya terpilih,” papar pengamat sosial politik itu.

Mencoba tak salah untuk meraih mimpi/kekuasaan, bahkan sejarah mencatat calon Presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln sendiri tercatat gagal atau kalah dalam pemilihan umum Presiden Amerika Serikat sebanyak delapan kali kemudian akhirnya menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-16. Lincoln dinilai sebagai presiden AS yang paling hebat sepanjang sejarah Amerika.

“Bapak Jokowi harus bersyukur dan jaga kesehatan agar selalu prima dalam menjalankan tugas dan pelayanannya di pemerintahan ini. Dalam situasi seperti sekarang ini banyak yang belum kebagian karena memang slotnya terbatas, makanya selalu saja ada riak-riak dari kelompok tertentu menggocek bola siapa tahu berhasil gol. Itupun tidak salah,” ungkap Silaen.

Semua orang berharap bisa dapat menjadi sesuatu, seperti yang lainnya yang ada dilingkaran Bapak Jokowi, jujur saja termasuk saya loh!. Jadi presiden Jokowi cukup monitoring aja semuanya. Jika masih dalam batas-batas kewajaran ya cukup diperingati dengan cara Presiden. Beda jika sudah kelewatan tak perlu menunggu waktu lama bisa langsung ‘amputasi’ agar tidak menjalar kepada yang lainnya.

“Begitu saja kok repot Presiden, agar rakyat tahu bahwa presiden Jokowi itu tegas dan bersikap tenang dalam menjalankan pemerintahan ini. Siapapun yang jadi presiden, selalu saja ada kelompok-kelompok diluar pemerintah yang merasa tak puas, jika belum dapat bagian maka akan selalu saja membuat gerakan-gerakan tambahan,” beber Silaen.

“Harapan rakyat Indonesia banyak berharap diujung periodesasi presiden Jokowi ini, benar-benar meninggalkan legacy yang berdampak luas dengan menggenjot infrastruktur untuk menghubungkan Indonesia sentris. Agar arus perputaran logistik (supply chain) dapat sampai ke pasar (market), untuk memenuhi kebutuhan sandang-pangan,” tandas Silaen mengakhiri.

Pos terkait