Pilkada Kota Medan, Samuel F Silaen : Duet Bobby Vs Akhyar Jadi Sorotan

  • Whatsapp
Samuel F Silaen
Foto : Samuel F Silaen

WARTALIKA.id – Kontestasi Pilkada Kota Medan ini bakal seru dan cenderung kian panas, karena cukup imbang yakni sama-sama punya ‘kans’ peluang untuk menang. Hal ini dikatakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen kepada wartawan.

“Penantang incumben yakni Bobby Nasution tidak boleh dianggap remeh lawan apalagi sepele jangan sampai ada perasaan karena menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), jangan!,” ujar Samuel F. Silaen.

Bacaan Lainnya

Duet Bobby vs Akhyar yang akan maju di Pilkada Kota Medan memanas karena saling serang komentar antar kedua pendukung. Bobby Nasution yang diusung partai Golkar, partai NasDem, PDIP dkk, sedangkan langkah politik Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution bermanuver dengan menjadi kader Partai Demokrat, menjelang pendaftaran Pilkada Medan 2020, sepertinya mendapatkan ‘perahu’ untuk maju di Pilkada Medan.

Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mendukung Akhyar untuk maju memperebutkan kursi orang nomor satu di Kota Medan-Sumatera Utara itu. Dan kini, hampir pasti hanya dua kandidat calon yang akan maju dikontestasi pilkada langsung Kota Medan Desember 2020 mendatang.

Adapun syarat minimal pencalonan pada Pilkada Medan, yakni didukung oleh parpol yang memiliki 10 kursi DPRD atau 20 persen kursi parlemen. PKS memiliki 7 kursi di DPRD Medan, sedangkan Demokrat punya 4 kursi parlemen.

Jika di kalkulasi, koalisi dua parpol itu sudah memenuhi ambang batas minimal untuk pencalonan wali kota dan wakil wali kota Medan 2020 ini.

“Pilkada Medan ini jadi sorotan masyarakat luas karena yang maju ‘terkait atau dikaitkan’ dengan keluarga RI1, tak salah itu karena memang benar Bobby Nasution menantu presiden Jokowi yang saat ini masih menjabat,” jelas Silaen.

Masih kata Silaen, tak bisa dihindari bahwa Akhyar Nasution yang juga merupakan tadinya kader Partai Moncong Putih itu, loncat ke Partai Demokrat yang mau mendukung karier politiknya. Dan tak terelakkan juga pelaksana tugas Wali Kota Medan itupun dipecat sebagai kader PDI Perjuangan, karena sudah loncat ke Partai Demokrat.

“Jargon Ini Medan Bung! Sebuah ungkapan yang menyiratkan ciri khas bahwa kota ini begitu keras dan sangar ditelinga publik, tak sembarangan kira-kira begitulah. Apakah sang menantu Presiden Jokowi mampu menaklukkan kota medan? Tunggu tanggal mainnya,” ujar pengamat politik itu.

Silaen juga menyoroti bahwa lawan tandingnya Bobby Nasution tak boleh dianggap remeh karena Akhyar Nasution sosok yang sudah berpengalaman dan punya jam terbang. Bobby harus ekstra kerja keras dalam beberapa bulan ini, jika ingin menang lawan Akhyar yang juga masih satu marga itu.

“Duet Nasution ini sejatinya masih sanak famili karena masih satu garis rumpun marga, adu kuat untuk meraih dukungan marga-marga tak terelakkan, disinilah sisi pertarungan sengitnya dan jadi perbincangan hangat dikedai kopi soal kontestasi Pilkada Kota Medan ini,” beber Silaen yang juga orang asli Sumatera Utara itu.

Asumsi liar publik pun bermunculan tak terbendung, ada pro dan ada kontra diantara para fanatisme karena selalu dikaitkan adu kuat mantu Jokowi dan Akhyar Nasution di Pilkada Medan.

“Hal ini mungkin tak terbayangkan oleh Bobby Nasution bahwa lawan tandingnya adalah keluarga serumpun marganya sendiri, apalah hendak dikata politik itu bicara soal kepentingan dan kekuasaan, jadi so ‘what’- lah kira-kira begitulah kehidupan ini, tak ada yang pasti dan selalu saja menarik untuk diperbincangkan,” pungkas Silaen.

Pos terkait