Samuel F Silaen : Agama Jangan Digunakan Sebagai Simbol atau Jubah Kepintaran Semata

  • Whatsapp
Samuel F. Silaen RUU HIP
Foto : Samuel F. Silaen

WARTALIKA.id – Saat ini dunia terkapar bukan hanya terpapar, indonesia dibawah nahkoda presiden Jokowi dipersulit situasi karena masyarakatnya ‘hipokrit’. Hal ini dikatakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA) Samuel F Silaen kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/9).

“Mereka merasa paling tahu soal agama alias merasa suci, saleh dan paling pintar soal isi kitab-kitab, banyak tahu soal ajaran agama tapi perilaku tak sesaleh yang diajarkan agama yang dia ketahui,” kritik Samuel F Silaen.

Bacaan Lainnya

Bicara romantisme kehebatan jaman dahulu, kata Silaen beda zaman pada kenyataan hari ini. Tokoh hebat jaman dahulu belum tentu hebat pada zaman/saat ini.

“Siapapun orangnya jika membandingkan situasi saat ini dengan situasi dimasa presiden sebelum presiden Joko Widodo (Jokowi), adalah orang yang tak paham perubahan, jika presiden dahulu mengalami musibah yang terjadi saat ini, mungkin negara ini bubar. maybe yes maybe no!,” beber Silaen.

Dikatakan, agama jangan digunakan sebagai simbol atau jubah kepintaran semata, namun tindakan atau perilakunya nol besar, pengetahuan agama jangan hanya dibibir saja, nilai moralitasnya rendah.

“Agama dijadikan sekedar pembeda/tampilan luarnya, agar tidak sama dengan orang lain yang dianggap bodoh tak terdidik, tujuannya supaya dapat menjustifikasi/memonopoli sebuah kebenaran yang dia ketahui,” ungkap Silaen.

Lanjut Samuel F Silaen, banyak orang ber-agama tapi jauh dari perilaku humanis dan beradab. Apa maksudnya ya kan! Membandingkan situasi saat ini dengan periode dimasa presiden sebelum Jokowi adalah kesia-siaan karena tujuannya menegasikan keberadaan pemerintah. Sebab parameter dan kondisinya berbeda jauh dengan masa sekarang.

“Kalau saja keadaan (Covid-19) ini dipimpin oleh presiden sebelum Jokowi, apa bisa diukur pasti akan bagaimana dan apa yang terjadi? Apakah ada jaminan akan menjadi lebih baik dari masa Jokowi memerintah sekarang ini. Tak ada jaminan bahwa ekonomi, dll akan jauh lebih baik, ada yang bisa jamin?,” tegasnya.

Tapi dalam pandangan mata bathin saya, lanjut Silaen jika bukan Jokowi presidennya, musibah Covid-19 yang terjadi sekarang ini, mungkin dampaknya jauh lebih buruk dari kepemimpinan Jokowi saat ini.

“Jokowi sudah terpilih menjadi Presiden jilid II, so what gitu loh! Menurut hemat saya, Tuhan penguasa alam semesta sudah memberikan pemimpin Indonesia yang terbaik dari yang buruk. Keadaan yang buruk (Covid-19) lah menjadikan Jokowi seolah-olah tak baik,” papar Silaen.

Pos terkait