Direktur Laksamana : Fahri Hamzah Sudah Jinak Tidak Nyeleneh Lagi

  • Whatsapp
Fahri Hamzah
Fahri Hamzah

WARTALIKA.id  – Belum lama ini mendapat bintang tanda jasa dari pemerintah bersama Fadli Zon. Fahri Hamzah (FH) sosok politikus yang kontroversial, karena kerap kali berkomentar tendensius terhadap kinerja pemerintah.

Selepas dari Senayan FH kelihatan banyak perubahan, baik sikapnya yang keliatan arogan sekarang soft, terlebih-lebih komentarnya yang meledak-ledak dan menohok Pemerintah, sekarang sudah cenderung memuji misalnya soal dinasti dan lain-lain.

Bacaan Lainnya

“Ya lebih tepatnya, FH sudah lumayan berimbang sekarang ini, dari yang selama ini sangat tendensius, seolah-olah lingkaran penghuni istana tak ada benarnya,” ujar pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen kepada wartawan di Jakarta, Jumat (25/9).

Menurut pengamat politik yang nyentrik itu, melihat sosok FH kini sudah condong jadi pemuja lingkungan istana, hal itu terkonfirmasi dari pernyataan-pernyataannya di media massa, banyak juga yang penasaran, sekedar ingin tahu, apa yang melatar-belakangi perubahan itu, hanya dia dan Tuhanlah yang tahu pasti.

“Saya hanya menebak-nebak saja, apakah ada deal antara FH dengan lingkungan istana? Karena perubahan terjadi begitu tiba-tiba dan banyak pemuja rahasianya didunia maya berbalik dengan menghujat kelakuan FH yang sudah jinak itu. Sebut saja Syahganda kritik keras FH,” beber Silaen.

Biasanya FH selalu saja nyeleneh kalau sudah mengkritik penguasa, apa-apa salah dimatanya! Tapi kini, kata Silaen FH sudah jadi anak manis, apa itu hanya sementara ada maunya atau murni tulus dari lubuk hatinya yang terdalam.

“Hanya waktulah yang bisa membuktikan semuanya itu,” imbuh Silaen.

Pribadi FH sepertinya sudah menyadari betul, bahwa dia saat ini sedang powerless bahkan sedang membutuhkan dukungan dan bantuan pemerintah untuk lolosnya partai politik yang baru didirikan bersama kawan-kawannya itu.

“Sikap antagonis yang dia perankan selama ini bikin banyak orang tersinggung, sekarang apapun alasannya, itu sudah tidak begitu menarik untuk dibahas lagi. Akhirnya, FH kembali ke jalan yang benar, kalimat ini banyak ditemukan dikalangan aktivis yang sedang berkompetisi sengit, jika ada ‘pentolan’ yang tadinya rival, lalu berbalik jadi pendukung,” tutur Silaen.

Semua bisa berubah, komentar-komentar FH saat ini, sangat jauh berbeda ketika dia masih duduk di kursi empuk Senayan.

“Melihat perubahan yang terjadi itu, justru membuat orang bertanya-tanya ada apa? Namun sekali lagi itulah nature-nya politik, tak ada kawan yang abadi, yang ada hanya kepentingan yang abadi,” tandasnya.

Pos terkait