Kegaduhan Diprediksi Terus Berlanjut, Kapitra Ampera Minta Rakyat Waspada

  • Whatsapp
Politikus PDIP Kapitra Ampera
Politikus PDIP Kapitra Ampera

WARTALIKA.id – Menanggapi adanya kegaduhan demonstrasi yang berujung anarkis. Politikus PDIP Kapitra Ampera meminta rakyat agar waspada dan harus bersikap tegas untuk menolak dipengaruhi.

Kapitra memprediksi kegaduhan akan terus berlanjut terus hingga sampai perebutan kekuasaan. “Lebih baik masyarakat tetap fokus dengan kesehatan diri, negara pun tidak akan diam dan biarkan hal buruk terjadi,” ucap Kapitra melalui Siaran Pers, Sabtu (17/10/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Kapitra, mereka yang mempunyai hasrat dan ambisi nafsu kekuasaan, seperti tak lagi peduli dengan bangsa, dan terus membuat kegaduhan politik.

“Setelah itu, mereka kemudian menyerang sisa energi dengan memunculkan isu-isu yang tidak produktif, strategis pun krusial yang tidak henti diciptakan,” bebernya.

Membuat gaduh bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, ada yang  dalam diam namun sibuk menebar kebencian melalui jaringan dunia maya, ada yang terang-terangan menghujat dan menghasut di depan umum.

“Sebagian bahkan mengahasut dan turut dalam demonstrasi yang merusak, sehingga menimbulkan korban dan kerusakan fasilitas umum,” kata Kapitra.

Dirinya juga tidaklah heran jika kata seperti “bunuh, gantung,” dan kata-kata kotor kerap terdengar di berbagai aksi demo saat ini.

Memanfaatkan Iklim Demokrasi

Menurut Kapitra, Indonesia, memang memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berpendapat, berpolitik, dan bebas untuk mengkoreksi serta mengkritisi jalannya pemerintahan.

“Hal ini baik bagi perlindungan hak masyarakat dan jalannya pemerintahan, namun sayangnya kebebasan dalam demokrasi itu dijadikan alat politik kekuasaan yang agitatif dan destruktif bagi sekelompok masyarakat,” katanya.

Bagi pihak yang mengincar kekuasaan yang sah, kebebasan berpendapat menjadi corong untuk membuat kegaduhan, sehingga tak salah masyarakat jadi berprasangka buruk terhadap kinerja dan kebijakan pemegang kekuasaan saat ini.

“Suhu politik sengaja dibuat panas, dari dimunculkannya “politik identitas”, promodial, hingga rasialis,” tambahnya.

“Kegaduhan-kegaduhan sengaja diciptakan untuk diproyeksikan kepada masyarakat, seakan-akan segala kesulitan adalah akibat “tidak becusnya” pemerintah dalam mengelola negara,” tandas Kapitra.

Pos terkait