Samuel F Silaen : Indonesia di Tengah Pusaran Politik Habib Rizieq

  • Whatsapp
Habib Rizieq Shihab (HRS)
Habib Rizieq Shihab (HRS) [Foto : detiknews]

WARTALIKA.id – Habib Rizieq Shihab (HRS) dikabarkan akan segera pulang ke Indonesia, demi menyelamatkan bangsa dari keterpurukan?. Selama ini politik nasional selalu dihebohkan oleh kicauan dan gonggongan HRS.

“Emang kenapa dia harus membuat gertakan kepada pemerintah. Apa hebatnya HRS hingga dia merasa mampu mengertak dan mengancam pemerintah,” ucap pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/11).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Silaen, selama ini sudah banyak yang menyoroti sepak terjang politik yang dimainkan oleh HRS, selama pelariannya ke Saudi Arabia. Hingga sekarang belum ada kejelasan apa yang membuat HRS tak mau pulang atau dia mau pulang kalau disediakan karpet merah dan lain-lain.

Meski HRS sedang bermukim di Saudi Arabia dalam beberapa tahun terakhir ini tapi dapat memainkan perpolitikan didalam negeri Indonesia.

Seruannya banyak disebarkan keberbagai tempat, sesuatu yang tak biasa bagi orang awam politik. Banyak orang bertanya-tanya ada apa sesungguhnya terjadi?.

Ditengah pertanyaan itu, sebenarnya apa sih yang sedang dibangun atau dimaui HRS dan kelompoknya, kalau melihat kegaduhan politik yang ditimbulkannya ditanah air. Ada keanehan yang tak bisa dipahami oleh orang awam. Dalam pemberitaan media massa lagi berseteru dengan Menkopolhukam Mahfud MD.

Baca Juga : Samuel F Silaen : Guncangan Politik Itu Bernama With Us Against Us

“HRS berkoar-koar di negeri orang menyerang negeri Indonesia tapi pemerintah diam saja. Baru kali ini saya melihat orang yang diduga melakukan perbuatan melanggar hukum, tapi tak diapai-apain, masih bebas melenggang kangkung pergi dan tinggal di negeri orang lalu mengobok-obok suasana kebatinan didalam negeri Indonesia,” ujar Silaen.

“Pemerintah Indonesia sendiri sepertinya tak berdaya menghadapi serangan demi serangan yang dilancarkan HRS selama pelariannya di Saudi Arabia. Benarkah dia dalam pelarian?,” tanya Silaen.

Lanjutnya, kalau saja benar HRS punya pelanggaran hukum kenapa juga pemerintah melalui aparat penegak hukumnya membiarkan HRS dengan santainya mempermainkan situasi politik negeri jadi gaduh.

“Apa negera tak berdaya menghadapi sosok HRS karena punya pengikut yang banyak, kalau saya melihat ini janggal, sebab banyak baliho, spanduk dll yang dipasang diberbagai sudut kota Jakarta, minimal demikian yang nampak terlihat, entah siapa yang pesan, bayar dan pasang. Tentu itu tak gratis bisa ada diberbagai sudut kota Jakarta,” papar Silaen.

Ini menjadi tamparan keras buat Pemerintah yang sah menurut konstitusi bisa diobok-obok oleh mantan narapidana yang pernah ditahan pada tanggal 20 April 2003. Jadi kalau sekarang HRS seperti itu kebal hukum.

Baca Juga : Inilah Sumber Dana KKB Papua untuk Beli Senjata dan Amunisi

“Apa karena HRS disinyalir banyak pendukung lalu Pemerintah takut untuk memproses pelanggaran hukum yang dia lakukan? Atau kasus hukum itu tak lalu direkayasa? Cara-cara yang dilakukan oleh HRS ini menghinakan wibawa hukum Indonesia, ini sebuah tamparan keras bagi wajah Indonesia dimata dunia internasional,” ungkap Silaen.

Kasus HRS seperti digosok makin sip, kata dia siapa yang bertanggung-jawab untuk menyelesaikan kasus yang membelit HRS? Jika tak ada kasusnya, kenapa juga HRS tak mau pulang, jika tak mau pulang kenapa juga dia merecoki politik didalam negeri Indonesia.

“Publik bertanya-tanya, siapa gerangan yang membackingi HRS didalam pelariannya, jika tak ada membackingi HRS kok dia begitu hebat bisa leluasa mempermainkan situasi politik didalam negeri Indonesia ini, pertanyaan orang awam politik demikian dan yang bisa menjelaskan hanya Pemerintah melalui para aparat penegak hukumnya,” pungkas Silaen.

Pos terkait