LSM WGAB Menguak Tambang Emas Ilegal di Nabire

  • Whatsapp
Foto : Kapal pengeruk emas di tambang ilegal Nabire

WARTALIKA.idTambang emas…hmmm siapa yang tidak tergiur dengan jenis usaha ini. Namun jangan salah jenis usaha tersebut masih banyak yang diduga belum mengantongi izin alias ilegal dan hal itu banyak ditemui di Provinsi Papua.

Pelaku usaha tambang emas ilegal semakin menjamur dan semakin canggih cara kerjanya, tak cukup menghancurkan hutan menggunakan alat berat. Kali ini perusahaan tambang emas ilegal PT. Han Jung IC menciptakan “Kapal Pegeruk Emas” di km 102 yang diduga akan di operasikan di sungai Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua.

Menurut keterangan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Yeri Basri Mak bahwa pelakunya terdeteksi kelompok pengusaha tambang emas ilegal serta mempekerjakan tenaga asing dari China.

Di satu sisi, Yeri juga menyoroti penambangan ilegal yang diduga didukung oleh oknum aparat keamanan dan oknum pejabat lokal.

“Semakin terpencil daerahnya dan semakin terpelosok, maka semakin marak kegiatan tambang terjadi. Diduga semakin kuat di backup oleh aparat, mereka diduga berkoordinasi secara informal dengan pejabat di tingkat daerah,” beber Yeri Basri Mak kepada WARTALIKA.id di sebuah hotel di Nabire. Minggu (16/06/2019).

Selain itu, Yeri juga khawatir penambangan ilegal yang marak ini berdampak serius terhadap lingkungan, seperti pencemaran air, udara, dan tanah. Fungsi lingkungan hidup menjadi terdegradasi, kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya bisa ikut terancam.

Pihaknya pun berharap agar Pemerintah setempat serta Dinas terkait segera melakukan investigasi di wilayah Kabupaten Nabire terkait maraknya kegiatan produksi usaha tambang ilegal yang menggunakan alat berat.  “Pemerintah daerah dan pihak Kementerian LHK secepatnya menertibkan aktivitas tambang ilegal dan harus ada penegakkan hukum yang tegas, termasuk kepada oknum-oknum yang mendukung operasional tambang ilegal tersebut”.

WGAB juga meminta Ditjen Minerba, kata dia agar mendeteksi dugaan perusahaan pemilik IUP resmi melakukan tambang ilegal. Maka harus dikenai sanksi atau IUP-nya dicabut. Diharapkan kepada pihak Imigrasi Biak agar melakukan pengecekan atas kehadiran tenaga asing (china-red) di Nabire yang tidak jelas legalitasnya.

Foto : Pekerja tambang emas yang berasal dari China

“WGAB juga meminta kepada pimpinan aparat keamanan untuk menindak tegas oknum bawahannya yang diduga mendukung aktivitas tambang ilegal,” tegasnya.

Pewarta : RK

  • Whatsapp

Pos terkait