Illegal Mining, LSM WGAB : Tak Berdampak Positif Bubarkan Saja

  • Whatsapp

WARTALIKA.id  – Setelah meninjau langsung aktifitas pertambangan emas ilegal yang berada di wilayah Kabupaten Nabire, Papua baik di lokasi Kali Musairo dan Kali Siriwo pada Senin, 17 Juni 2019. Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Provinsi Papua Yeri Basri Mak telah menemukan tumpukan material yang berserahkan serta kubangan bekas penambangan emas ilegal yang menggunakan alat berat di Kali Musairo dan Kali Siriwo.

“Seperti terlihat di wilayah Kali Siriwo dimana aktifitas perusahaan tambang emas ilegal yang menghacurkan sungai tepat tak jauh dari jalan trans Nabire-Paniai. Kegiatan penambangan emas di lokasi 95 Siriwo di harapkan agar pemerintah terkait segera melakukan sidak di wilayah tersebut. Karena terlihat orang asing asal China yang tidak jelas legalitasnya,” kata Yeri kepada WARTALIKA.id. Selasa (18/6/2019).

Yeri memaparkan saat di sambangi LSM WGAB, tenaga kerja asing tersebut lari dan masuk ke hutan. Jika etika mereka seperti itu, kata dia kami bisa simpulkan bahwa tenaga asing tersebut tidak memiliki legalitas yang jelas, dan salah satu pekerja mengaku bahwa mereka bekerja di bawah pengawasan PT Han Jung.

“Saya berharap Pemprov Papua baik dari Dinas Pertambangan dan Dinas Lingkungan Hidup bersama Aparat Hukum serta Imigrasi Biak segera mengambil langkah serius untuk menghentikan aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah Musairo dan Siriwo. Karena dampaknya merusak alam serta serta mengeruk habis hasil alam di Papua,” pinta Yeri. (baca juga : LSM WGAB Menguak Tambang Emas Ilegal di Nabire)

Jika tidak bermanfaat, sambungnya bagi masyarakat dan daerahnya, sebaiknya aktifitas pengusaha tambang di Kabupaten Nabire di bubarkan saja.

“Para pelaku usaha tambang tersebut tidak memiliki ijin resmi (ilegal). Jika pemerintah serta dinas terkait dan pihak imigrasi papua tidak menanggapi hal ini. Ada apa? di balik kegiatan penambangan emas ilegal tersebut,” tutup Yeri Basri Mak.

Pewarta : tim

 

  • Whatsapp

Pos terkait