PT Biporin Agung Diduga Cemari Lingkungan, BLHD Kabupaten Tangerang Jangan Tutup Mata

  • Whatsapp
PT Biporin Agung Diduga Cemari Lingkungan, BLHD Kabupaten Tangerang Jangan Tutup Mata
Foto : Kantor PT Biporin Agung

WARTALIKA.id – Sejumlah saluran air di Kampung Kadu Sabrang Cikupa Kab. Tangerang diduga dicemari oleh limbah. Dampaknya, selain membuat warna saluran menjadi tak bening, bau menyengat acap kali tercium dari pabrik biporin itu.

Pantauan WARTALIKA.id, di lokasi, pencemaran limbah kerap terjadi di lokasi saluran air Kampung Kadu Sabrang seperti  warna saluran air yang mendadak berubah dari mulai bening menjadi warna biru, merah jambu, hingga hijau. Sesekali akibat warna ini bau zat kimia pun menyengat keluar.

Hidung pun kemudian menjadi gatal lantaran baunya cukup menyiksa penciuman.

“Biasanya terjadi pada pagi dan sore hari,” ucap Ucok (40), salah seorang Kampung Kadu Sabrang, Jumat (26/7/2019) kemarin.

Selain membuat aroma serta pemandangan tak sedap. Limbah di saluran, lanjut Ucok juga membuat air tanah menjadi sedikit berbau serta sedikit berwarna. Beruntung air tanah yang digunakan warga tak untuk makan dan minum, serta bahan pembuat makanan. “Tapi cukup buat kita jadi gatal-gatal,” ucapnya.

Ucok yang juga merupakan Ketua Ormas BPPKB Maung Bontot Kadu Sabrang Cikupa mengatakan, kejadian ini telah terjadi sudah lama.

“Pencemaraan limbah yang diduga dibuang oleh PT Biporin Agung ini terjadi cukup lama. Dan sampai saat ini belum ada tindakan ataupun teguran dari instansi terkait seperti BLHD Kab. Tangerang. Jika ini terus dibiarkan dampaknya akan tambah meluas,” imbuhnya.

Berdasarkan penelusuran Ucok bersama dengan WARTALIKA.id, Ucok yakin limbah ini berasal dari PT. Biporin. Dia pun mengaku akan menindaklanjuti dengan menyisir ke setiap saluran air yang ada di lingkungannya.

“Akan saya kumpulkan demi mencari tahu dari mana asal limbah ini,” tutur ucok.

Kendati demikian, Ucok sendiri mengakui bahwa pembuangan itu bukan dilakukan oleh warganya, mengingat saluran air sendiri berasal dari PT. Biporin Agung.

“Karena lingkungan kami ini berada di seberang pabrik, jadi kami yang terkena imbasnya. Tapi bila nantinya terbukti dari pabrik biporin kami warga kampung kadu akan memberikan sanksi,” tegasnya.

Ucok pun mengaku terkejut dengan temuan ini. Karena itu, dirinya akan mengadukan ke kecamatan cikupa, agar memerintahkan lurah untuk menindak oknum pabrik yang membandel untuk di sanksi dan dilaporkan ke Kasudin Lingkungan Hidup Kab. Tangerang.

PT Biporin Agung Diduga Cemari Lingkungan, BLHD Kabupaten Tangerang Jangan Tutup Mata
Foto : Kolase limbah dan tanda terima surat konfirmasi redaksi wartalika.id yang tidak direspon

Sementara sampai berita ini ditayangkan, pihak PT. Biporin tidak merespon sama sekali surat konfirmasi yang di kirimkan WARTALIKA.id, padahal sudah di surati dan di datangi ke pabrik PT Biporin Agung.

Pewarta : Deden

  • Whatsapp

Pos terkait