Kades Adi Rejo Danar Diduga Restui Pungli Upah HOK dari Dana Desa

WARTALIKA.id – Maraknya fenomenal rumor informasi yang beredar mengenai alokasi Dana Desa (DD) yang diduga dalam merealisasikannya banyak di temukan penyelewengan pada pengerjaan fisik bangunan kuat dugaan tidak mengacu pada petunjuk aturan yang secara rinci dan mudah di pahami pada pelaksanaan pekerjaan proyek, dengan kata lain tak mengindahkan Bestek yang dibekali oleh instansi terkait di wilayah Lampung Timur.

Pasalnya, dari hasil pantauan WARTALIKA.id saat di lapangan dalam menjalankan tugas kontrol sosial di lapangan saat berlangsungnya pembangunan alokasi Dana Desa (DD) pada salah salah satu Desa di Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur.

Baca Juga :

Terkait dalam menjalankan tugas selaku sosial kontrol dalam memantau berlangsungnya pengerjaan pembangunan Drainase di Dusun 6 Desa Adi Rejo Kecamatan Pekalongaan, yang bersumber dari Dana Desa (2019) sangat di sayangkan dan diduga kuat tidak mengutamakan kualitas dan mutu bangunan, serta tidak mengacu pada aturan yang sudah di tentukan dan pula tak mengindahkan petunjuk Bestek bangunan yang di tentukan oleh pemerintah khususnya Kabupaten Lampung Timur.

Dugaan kuat pada pengerjaan Drainase Dusun 6 Desa Adi Rejo yang pada saat pengerjaan mengunakan batu satu jajar, sedangkan pada petunjuk RAB di haruskan menggunakan batu 3 jajar serta menggunakan adukan pasir dan semen dengan standar ukuran 4:1 (1 sack semen 4 wadah pasir) dengan tujuan menjaga kualitas pada bangunan.

Dan dari hasil data dihimpun WARTALIKA.id di sertakan dengan bukti-bukti sesuai fakta di lapangan berlansungnya pengerjaan drainase pada desa setempat sangat jauh berbeda, dan di sinyalir ada unsur kesengajaan yang di lakukan oknum pejabat desa setempat.

Selain dugaan pada pengerjaan bangunan drainase di Dusun 6 Desa Adi Rejo yang menyimpang, juga terjadi  dugaan pungli pada masyarakat mengenai upah HOK (Harian Orang Kerja) sedangkan semua itu sudah di tentukan untuk tukang Rp : 100.000 dan kenek/laden Rp 80.000 dan kenyatannya yang terjadi untuk tukang di bayar Rp : 90.000 dan untuk kenek/laden tukang di bayar Rp : 70.000.

Adanya dugaan pemotongan atau pungli atas bayaran tenaga kerja HOK, hal ini pula di sampaikan warga desa setempat yang namanya enggan di publikasikan pada WARTALIKA.id, Kamis (12/9/2019) saat di konfirmasi berlangsungnya pekerjaan.

“Saya di bayar harian dan saya kerja sebagai tukang pasang batu, untuk seharinya saya di bayar Rp : 90.000 dan kalau kenek/laden tukang di bayar Rp : 70.000,” katanya.

Saat WARTALIKA.id melakukan Investigasi dan kunjungan pada Danar Subekti selaku Kepala Desa Adi Rejo, Kamis (12/9/2019) di rumah kediamannya ternyata rumah Danar Subekti kosong seperti tak ada penghuninya. Dan sudah berulangkali ucapkan salam tapi sayang tak ada satu pun penunggu rumah yang keluar.

Dan saat WARTALIKA.id menghubungi melalui telepon pribadinya Kades Adi Rejo Danar, walaupun pada saat telepon aktif tetap Danar Subekti engggan untuk menerima penggilan hingga berita ini di tayangkan Danar Subekti selaku Kepala Desa Adi Rejo tetap enggan dikonfirmasi.

Pewarta : Asril

Pos terkait