Nabire : Perjudian Bermarkas di Lingkungan Pospol Kota dan Tempat Ibadah, Tokoh Agama Angkat Bicara

  • Whatsapp
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Kurangnya kesadaran masyarakat, serta di duga lemahnya tindakan aparat kepolisian dalam memberantas giat perjudian baik judi togel dan raulette serta bermacam judi lainnya. Hal tersebut di anggap meresahkan warga, sebab giat perjudian tersebut sudah cukup lama berjalan dan bertempat di belakang pertokoan pusat kota Nabire. menanggapi hal tersebut, Tokoh Agama H. Abdul Rahman selaku ketua satu (1) Panitia Kesejahteraan Masjid (PKM) Masjid Baiturrahman Oyehe Nabire angkat bicara, Rabu (18/09/2019)

Kepada awak media Selaku Ketua satu (1) Panitia Kesejahteraan Masjid (PKM) Masjid Baiturrahman Oyehe Nabire H. Abdul Rahman menyampaikan, bahwa segala bentuk perjudian tidak di perbolekan oleh setiap agama apapun yang ada di negara kita, sehingga hal itu yang menjadi dasar agar pihak aparat keamanan dalam hal ini Kepolisian untuk dengan tegas memberantas apa yang di sebut judi sesuai aturan larangan yang sudah di tetapkan oleh Pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Apalagi fenomena kegiatan perjudian tersebut sudah bertahun – tahun berlokasi dekat dengan tempat ibadah bahkan berdekatan juga dengan Pospol kota oyehe. dalam hal ini jelas – jelas kami selaku Pengurus keagamaan sangat tidak menginginkan hal perjudian tersebut, apalagi markas perjudian tersebut hanya berbatas dengan pagar masjid, Namun dalam hal ini kami hanya mampu mengingatkan para jemaat agar tidak melakukan hal perjudian tersebut, sebab untuk memberantas hal tersebut adalah tugas pokok aparat yang berkompeten, dalam hal iini pihak kepolisian setempat,” jelas H. Abdul Rahman.

Kami berharap lanjut H. Abdul Rahman, “Berhubung lokasi perjudian hanya berbatas pagar tembok dengan Masjid Baiturrahman oyehe Nabire bahkan dekat dengan pos Polisi, demi menjamin atau mengatasi keresahan warga kami meminta agar pihak pemerintah daerah serta Kepolisian setempat menindak tegas, memberantas serta menghentikan giat perjudian yang berdekatan dengan tempat ibadah kami yaitu di belakang pertokoan tepat di pusat kota Nabire,”harap H. Abdul Rahman.

Sama halnya yang di sampaikan oleh salah satu Warga yang tidak ingin di sebutkan namannya, “Satuhal yang sangat kami sesalkan oleh masyarakat nabire, dimana Fenomena marak judi tersebut sudah bertahun – tahun bermarkas tepat di tengah Pos Polisi Kota Nabire dan tempat Ibadah Masjid Baiturrahman Oyehe, hal ini tentunya meresahkan warga, bahkan dimana tanggung jawab pemerintah dalam mengatasi giat perjudian tersebut.

Lanjutnya “Memang sudah sering di berantas tapi pihak kepolisian diduga terkesan kurang serius, sebab tindakan kepolisian bukan benar- benar memberantas perjudian yang ada di belakang pertokoan tepat di pusat kota Nabire, namun pemberantasan judi tersebut diduga hanya dilakukan sebagai bagian dari pada pencitraan saja. Maka itu, kami berharap agar pihak kepolisian menindak tegas dan menghentikan serta menutup selamanya giat perjudian yang bermarkas di belakang pertokoan tersebut, karena cukup meresahkan warga dan merusak citra serta pemandangan kota Nabire,”ucap warga yang tidak ingin di sebutkan namanya.

Pewarta : RK

Pos terkait