Rekrutmen Panwascam Batanghari Nuban Diduga Bermasalah

Berlian salah satu pendaftar Panwascam yang mendapatkan nilai 69
Foto : Berlian salah satu pendaftar Panwascam yang mendapatkan nilai 69

WARTALIKA.id – Rekrutmen Panitia Pengawasan Kecamatan wilayah Kecamatan Batanghari Nuban (Panwascam) yang di selenggarakan oleh Panitia Pengawas Kabupaten Lampung Timur (Panwaskab) sejak tanggal 27 November 2019 untuk penerimaan berkas. Dan tanggal 13-17 Desember 2019 untuk tes tertulis dan interview telah usai.

Bahkan Panwaskab Lampung Timur sudah mengeluarkan hasil nama-nama yang telah lulus untuk menjabat sebagai Panwascam pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan di laksanakan pada tanggal 23 September 2020 mendatang.

Baca Juga :

Namum sangat disayangkan, pada saat Rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) tersebut diduga ada oknum yang sengaja menciderai dengan menempatkan orang-orang yang diduga kurang berkompetensi untuk menduduki atau menerima jabatan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur.

Pasalnya seperti hal dalam  pendaftaran dari Kecamatan Batanghari Nuban, ada 13 nama yang mendaftarkan diri menjadi calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), dan dari 13 (tiga belas) nama tersebut ada 1 (satu) nama yang mendapatkan hasil tes tertulis tersebut dengan nilai 69, namun saat pengumuman nama tersebut justru tidak lulus dalam seleksi.

Di hubungi melalui telepon seluler nya, Berlian salah satu pendaftar Panwascam yang mendapatkan nilai 69 menuturkan kekecewaannya pada WARTALIKA.id, Rabu (18/12/2019).

“Saya kecewa dengan hasil yang di keluarkan oleh Panitia Pengawas Kabupaten¬† (Panwaskab), bagaimana tidak saya mendapatkan nilai sebesar 69 sedangkan 3 (tiga) dari nama pendaftar yang di terima dan dinyatakan lulus nilai yang di peroleh dan di dapatkan ada dibawah nilai saya. Nilai 52,40 dan 37, kalau nilai tes tidak menentukan di terima dan tidaknya calon pendaftar buat apa diadakannya tes tertulis ini. Nilai saya cukup besar di bandingkan 3 calon yang lulus tersebut, kalau tes tidak menentukan penerimaan, buat apa Bawaslu RI adakan tes tertulis,” tandas Berlian kecewa.

Sementara di tempat berbeda Uslih selaku Ketua Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Kabupaten Lampung Timur saat dikonfirmasi melalui telepon ponselnya, tapi sayang Uslih tak menjawabnya.

Hingga berita ini di publikasi Ketua Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Kabupaten Lampung Timur enggan menerima panggilan telepon walaupun posisi telepon aktif.

Pos terkait