Sekjen Foreder : PN Tangkot Segera Tetapkan IS Jadi Terdakwa

  • Whatsapp
Sekjen DPP Foreder, Bono
Sekjen DPP Foreder, Bono [istimewa]

WARTALIKA.idOrganisasi Foreder telah mendapatkan perlakuan tindakan penghinaan, oleh salah satu pelaku yang bernama Irfan Sunandar (IS), dimana tersangka menjelekan suatu Organisasi. Dimana masalah ini bukanlah menyangkut dari suatu organisasi Foreder, ini adalah masalah pribadi dimana salah satu inti dari permasalahan kepada tersangka IS adalah Sekjen DPP Foreder, Bono.

Awal dari kejadian tersebut bermula dari kasus kekerasan pada anak dari mantan suami yang kebetulan menjabat Sekjen DPP Foreder, kasus ini pernah dibawa ke Polres Bogor namun pihak dari Sekjen Foreder memilih untuk di mediasiakan.

Bacaan Lainnya

Sekjen DPP Foreder, Bono mengatakan ini adalah masalah pribadi internal mereka atau rumah tangga, kalau saya secara pribadi tidak mengganggu rumah tangga dia (Irfan) selama anak kandung masih berada di mantan istri apalagi anak saya diancam untuk dibunuh sama tersangka Irfan.

“Selepas konflik dia mau baper dengan kehidupan saya terserah dan bukan urusan saya, dan disini juga disangkutkan dengan membawa nama Organisasi Foreder. Ini juga bisa dilaporkan balik lagi oleh Foreder, karena ini Foreder juga mempunyai hak itu,” ujar Sekjen Foreder Bono, saat diwawancarai oleh wartawan di Kantor DPP Foreder, Jakarta Timur, Jumat (14/2/2020) malam.

Proses penyidikan kepolisian setempat kini sudah dilimpahkan kepada pihak PN Tanggerang, tersangka sedang menjalani proses persidangan dalam kasusnya melakukan teror di medsos terhadap anak kandung pelapor yang juga kini menjabat sebagai sekjen di organisasi Foreder.

Sekjen Foreder menjelaskan untuk laporan ini sudah berlarut dan sudah hampir dari 1 tahun berjalan, dan kemaren mendapatkan pencerahan dari pihak kepolisian Tangerang untuk lanjut dalam proses hukum, kalau saya intinya kembalikan lagi kepada proses hukum.

“Untuk memberikan efek jera kepada tersangka terhadap hukum, selain itu tersangka juga terindikasi menantang intitusi kepolisian, melalui statusnya di medsos yang tertulis oleh tersangka Polres Bogor, Polres Tangerang, dan Polda Se-Indonesia lolos apa maksud dari tulisan tersebut,” ungkap Sekjen Foreder.

Pernah ada laporan, kata dia terhadap pemukulan anak, inikan sudah masuk dalam konteks dalam UU Perlindungan Anak akan tetapi saat itu saya masih berbaik hati tidak memperpanjang masalah ini. “Artinya orang tua mana yang tidak sakit jika melihat anaknya dipukul, dimana ibu anak ini adalah mantan dari istri, dan saya tidak mau melakukan pelaporan saat itu,” lanjut Sekjen Foreder Bono.

Ternyata, Sekjen Foreder mengatakan mediasi yang digunakan untuk permasalahan pemukulan terhadap anak tidak digunakan oleh tersangka Irfan, malah justru pelaku menantang kepada saya, dan apalagi membawa organisasi Foreder ini akan terus menjadi bias dan melebar kemana-mana.

Intinya Bono selaku pelapor meminta kepada pihak penegak hukum agar tersangka cepat ditindak dengan tegas secara hukum, karena menurut UU pelapor selaku warga negara memiliki hak perlindungan hukum.

“Dalam hal ini Foreder berniat untuk melaporkan, dalam hal ini organisasi ikut dibawa-bawa yang tidak ada hubungannya. Sebab ini adalah permasalahan keluarga,” ungkap Sekjen Forder Bono.

Lanjut dia mengatakan saat ini tersangka masih sangat kooperatif dengan penyidik, walau posisi tersangka kini berada di Jawa Tengah dan berkerja di Kantor Pos di Bandara Ahmad Yani. Selanjutnya pihak kepolisian menjemput tersangka untuk dimintai keterangan.

“Dukungan juga sudah ada dari keluarga besar saya, bahkan disini adalah anak kandung saya sendiri. Bagaimanapun anak tiri dari tersangka Irfan juga bagian dari pihak keluarga besar pelapor tidak akan terima, kami pun berharap untuk tersangka agar bisa diproses menjadi terdakwa dalam putusan dipersidangan PN Tanggerang,” tandas Sekjen Foreder Bono.

Sementara itu Ketua Umun Foreder Aidil Fitri mengatakan mengenai permasalahan pribadi antara Sekjen Foreder Bono dengan tersangka Irfa kami mewakili Foreder turut perihatin dan mendukung langkah dari Sekjen kami untuk diproses secara hukum.

“Sangat disesalkan dari pihak tersangka Irfan telah diduga penghinaan terhadap organisasi Foreder, dan kami akan segera melaporkan tersangka Irfan dalam waktu dekat,” pungkas Aidil.

Pos terkait