Kades Santiri Dipolisikan Terkait Dugaan Dokumen Palsu

  • Whatsapp
Ilustrasi Dokumen Palsu
Ilustrasi Dokumen Palsu
HARI LAHIR PANCASILA

WARTALIKA.idMantan Kepala Desa (Kades) Santiri, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara, Si Jamal resmi mengadukan Kades Santiri terpilih Abdul Rahim ke Mapolres Muna pada Kamis  9 Maret 2020.

Pengaduan tersebut karena adanya dugaan pemalsuan dokumen yang digunakan Abdul Rahim untuk memenuhi persyaratan mengikuti pilkades serentak di Kabupaten Muna Barat pada 15 Desember 2019 lalu.

Bacaan Lainnya

Idul Fitri 1441 H

Kuasa Hukum Pelapor Rusman Malik mengatakan, aduan itu atas dugaan tindak pidana pemalsuan dan menyalahgunakan dokumen kades terpilih Abdul Rahim sebagai persyaratan mencalonkan diri sebagai Kades Santiri. Pihaknya menemukan dugaan beberapa persyaratan pencalonan Abdul Rahim yang diragukan keabsahannya.

“Klien saya menduga teradu tidak tamat Sekolah Dasar (SD), namun saat seleksi bakal calon kepala desa pada tanggal 11 November 2019 lalu, teradu dinyatakan lulus administrasi oleh panitia,” ungkap Rusman Malik kepada WARTALIKA.id. Kamis 19 Maret 2020.

“Pengadu merupakan mantan kades Santiri. Jadi mengetahui betul warganya yang bersekolah dan tidak. Setelah menggali informasi ke beberapa sekolah, tidak ada keterangan bahwa teradu benar-benar bersekolah,” tambahnya.

Kata Rusman Malik, kliennya juga sempat mempertayakan kepada panitia tentang berkas yang diajukuan oleh Abdul Rahim, namun panitia tidak memperlihatkan.

“Karena itu kami melaporkan tindakan Abdul Rahim dengan dugaan melanggar Pasal 263 dan pasal 264 KUHPidana,” tutupnya.

Dikonfirmasi hal ini ke Mapolres Muna, AKP Muh. Ogen Sairi selaku Kasat Reskrim Polres Muna mengatakan kasus ini sudah dalam proses pemeriksaan.

“Oh terkait masalah itu hingga saat ini kasusnya sudah sampai pada tahap pemeriksaan,” tandas Kasat Reskrim Polres Muna Ogen Sairi.

Pewarta : Dennis

Pos terkait