KLHK Kecolongan Dumping B3 PT Sinergi Prima Sejahtera

  • Whatsapp
PT Sinergi Prima Sejahtera
Pembuangan limbah B3, PT Sinergi Prima Sejahtera

WARTALIKA.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) melalui Ditjen Gakkum KLHK diduga kecolongan dengan adanya Dumping (Pembuangan) limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dilakukan Pengumpul dan Transportir B3 PT. Sinergi Prima Sejahtera di sekitar pemukiman warga wilayah kawasan Baja Mas Kabupaten Tangerang, Kampung Pasir Bolang, Desa Bolang, Kecamatan Tigaraksa.

Betapa tidak, pasalnya limbah B3 tersebut mengeluarkan aroma tak sedap serta menjijikkan. Pembuangan limbah yang diketahui milik pengusaha berinisial AB itu ditumpuk menggunakan mobil truk yang diduga milik salah satu perusahaan di Balaraja.

Bacaan Lainnya

Idul Fitri 1441 H

Reza salah seorang warga menceritakan kejadian tersebut, adanya truk yang diduga membuang sampah B3.

“Biasanya satu unit mobil truk beberapa kali melakukan pembuangan Limbah B3 di sini padahal limbah tersebut sangat bau sehingga warga disana cukup terganggu dengan hal tersebut,” beber Reza. Sabtu (4/4).

Dilokasi pembuangan limbah

Wartawan mencoba menghubungi Kabid. Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggerang, namun tidak ada jawaban. Bahan Berbahaya dan Beracun atau biasa di sebut (B3), merupakan zat atau bahan-bahan lain yang dapat membahayakan bagi kesehatan atau kelangsungan hidup manusia, serta makhluk lainnya, dan atau lingkungan hidup pada umumnya.

Karena sifat-sifatnya itu, bahan berbahaya dan beracun serta limbahnya memerlukan penanganan yang khusus dari pihak terkait di bidangnya.

Tentunya adanya pelanggaran undang-undang dan sanksi pidananya jika benar terbukti dan limbah yang di maksud ada.

Sesuai Pasal 103, penghasil limbah B3 yang tidak mengelola, kemudian Pasal 104 tidak ada izin mengolah, pelakunya terancam satu tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, maksimal 3 tahun dan denda Rp 3 miliar.

Adapun berdasarkan Pasal 103 UU Nomor 32 Tahun 2009, diatur bahwa setiap orang yang menghasilkan limbah B3 harus mengelola limbah yang dihasilkannya.

“Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah),” demikian bunyi Pasal 103 UU tersebut.

Sementara itu, dalam Pasal 104 disebut bahwa setiap orang yang membuang limbah secara sembarangan dapat didenda maksimal Rp 3 miliar dan penjara maksimal 3 Tahun.

Pos terkait