Pemda Malra Bangun Kerjasama dengan Depot Pertamina

  • Whatsapp
Lenny Antonio
Lenny Antonio Kabag Ekonomi Setda Maluku Tenggara
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara membangun kerjasama dengan Depot Pertamina Maluku Tenggara tentang Sub Agen BBM Migas di Wilayah Maluku Tenggara sebagai upaya  mencegah terjadinya penjualan BBM secara liar dan tidak tertanggungjawab. Hal ini disampaikan Lenny Antonio Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Maluku Tenggara di Ohoi Watngon Kecamatan Kei Kecil Timur saat melakukan pendataan di setiap Ohoi bersama pihak Dinas Perindag Kabupaten Maluku Tenggara yang diwakili Yessi Yamrevav, Sabtu 16 Mei 2020.

Lenny saat diminta keterangannya terkait pendataan disetiap Ohoi dalam rangka pemenuhan data pembentukan sub agen BBM di Ohoi mengatakan bahwa Pihak Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara sudah bagun kerjasama dengan Depot Pertamina  Tual dalam hal bangun Sub Agen BBM di Wilayah Maluku Tenggara yang legal, guna menghindari adanya penjualan BBM secara liar dan tak tertanggungjawab.

Bacaan Lainnya

“Pihak Pertamina menyanggupi untuk setiap jenis BBM dapat disuplai 3000 liter per jenis, apabila lahan dan bangun tempat Sub Agen BBM sudah tersedia secara layak dan patut dipergunakan untuk itu. Sedangkan terkait biaya angkutan BBM dari Depot Pertamina ke Sub Agen akan diminimalisir dalam pertemuan bersama,” ujar Lenny.

Lanjutnya, untuk memenuhi syarat masuk sebagai seorang Pengelola Sub Agen BBM tersebut antara lain ; Penduduk tetap yang memiliki KTP-El, Data Penduduk dengan kebutuhan BBM yang riil dan akurat, memiliki lahan dan bangunan yang representatif untuk pelayanan, lokasinya aman dan mudah terjangkau.

Sebelum menutup keterangannya, Lenny mengingatkan bahwa nantinya hari Rabu pekan depan akan melakukan kunjungan sekaligus menjemput data sebagaimana kuesioner yang sudah dibagikan itu.

“Kami berharap agar Pemerintah Ohoi dapat sesegera mungkin mengisi Kuesioner tersebut dengan data yang dibutuhkan agar dapat dijadikan sebagai data pembanding dalam menetapkan ada atau tidaknya sebuah Sub Agen BBM di Ohoi Watngon,” tutup Lenny.

Sementara Mikhael Rafael warga Ohoi Watngon mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat Ohoi Watngon terhadap BBM jenis minyak tanah dan bensin, sungguh sangat tinggi dikarenakan setiap rumah memiliki motor minimal 1 unit atau lebih, sementara penggunaan minyak tanah sebagai sumber energi memasak.

“Untuk itu layaknya Ohoi Watngon patut mendapat jatah satu unit Sub Agen BBM sebagaimana yang diharapkan Badan Penyalur Hilir (BPH) Migas agar dapat mempermudah masyarakat terhadp BBM di Ohoi Watngon serta Ohoi lainnya,” pinta Mikhael.

Pos terkait