Miris! Warga Desa Salit Tigapanah Tolak Pemakaman PDP Covid-19

  • Whatsapp
Warga Desa Salit Tigapanah
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Masih minimnya pengetahuan dan edukasi warga masyarakat tentang protokol pemakaman korban penderita Covid-19, membuat hati kita miris dengan masih adanya penolakan-penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Seperti pasien PDP asal Medan berinisial SUT yang akan di kebumikan di Desa Salit, Kec. Tigapanah, Sumatera Utara yang mendapat penolakan puluhan warga saat akan di makamkan.

Bacaan Lainnya

“Warga protes dan keberatan karena jenazah yang di kebumikan adalah PDP Covid-19. Karena selama ini tidak pernah di TPU ini yang di peruntukkan untuk pemakaman penderita Covid-19,” terang  salah satu warga desa salit yang tidak mau di sebut namanya. Selasa (26/5).

Sementara seperti yang sudah ditegaskan para ahli kesehatan, ketika jenazah itu dikubur secara otomatis virusnya akan mati karena inangnya sudah mati.

Di samping itu, masih terdapat beberapa alasan lain yang bisa menjadi dasar mengapa penolakan pemakaman jenazah tak perlu lagi dilakukan.

  1. Telah Melalui Prosedur Khusus

Perlu diketahui bahwa pengurusan jenazah Covid-19 sudah dilakukan dengan prosedur khusus dan ketat di rumah sakit. Dalam hal ini, jenazah dibungkus dalam kantong jenazah yang sangat rapat, lalu dimasukkan ke dalam peti yang tertutup rapat.

Kemudian, peti yang memuat jenazah tersebut akan dilakukan penyemprotan disinfektan untuk memastikan kondisi lebih steril. Selesai melewati prosedur tersebut, jenazah akan langsung dibawa menuju tempat pemakaman untuk dikebumikan.

  1. Dilakukan oleh Petugas Terlatih

Petugas pemakaman yang bertanggung jawab mengubur jenazah, sebelumnya sudah dilatih secara khusus untuk melakukan prosedur pemakaman jenazah Covid-19 dengan benar dan aman.

Selain itu, petugas juga menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap saat melakukan proses pemakaman. Proses pemakaman dilakukan secara cepat, dengan jumlah pelayat yang sangat dibatasi agar kondisi tetap aman.

  1. Virus Tidak Akan Menyebar

Hal penting yang harus diketahui seluruh masyarakat bahwa virus corona tidak bisa mencemari tanah atau sumber air di sekitarnya. Dengan begitu, virus tersebut tidak akan menyebar di sekitar lingkungan area pemakaman.

Bukan tanpa alasan, virus corona atau Covid-19 tidak akan bertahan lama di luar tubuh manusia. Bahkan, virus tersebut akan segera mati begitu jenazah telah dimakamkan.

Pantauan WARTALIKA.id dilokasi pemakaman, terjadi perdebatan hebat antara warga desa salit dan petugas yang ikut serta mengantarkan jenazah tersebut, yang berujung pemakaman pun gagal dilakukan di lokasi TPU Desa Salit Kec. Tigapanah Kab. Karo.

Jenazah pun kembali di bawa petugas ke RSU Kabanjahe, dimana kemudian masyarakat menutup kembali lubang yang sudah di gali.

“Jenazah yang di kebumikan itu tidak jauh dari desa kami. Kami keberatan karena tidak ada sosialisasi sebelumnya antara tim gugus dan masyarakat terkait perubahan TPU yang disediakan oleh pemerintah, sebagian untuk umum dan sebagian untuk pemakaman penderita covid 19,” beber Mawardi Tarigan warga desa salit.

Menurutnya, warga sangat keberatan tempat pemakaman umum desa salit dijadikan pemakaman penderita Covid-19 atau beralih fungsi menjadi pemakaman Covid-19. Karena pihak pemda dan tim gugus tidak ada sosialisasi sama sekali kepada kami dan aturan dari protokoler kepada kami tidak pernah ada, karena itu kami sangat kecewa dan menolaknya,” tandasnya.

Pewarta : Rinaldi

Pos terkait