Masuk Zona Merah, Bupati Terkelin Brahmana Tegur Tiga Camat dan Para Kades

  • Whatsapp
Bupati Terkelin Brahmana
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Ditetapkan sebagai wilayah Zona Merah Covid-19. Bupati Karo Terkelin Brahmana langsung bergerak cepat mengantisipasi dengan mengundang Tokoh Agama dan Tiga Camat di Kabupaten Karo untuk berdiskusi.

Sebagai zona tidak aman sejumlah Tokoh Agama se-Kabupaten Karo menyatakan rasa prihatin atas meningkatnya penyebaran virus corona yang akan mengganggu aktivitas ibadah berjamaah.

Bacaan Lainnya

“Kami yang tergabung dalam Tokoh Agama Kristen Kab. Karo, telah sepakat dan selalu siap sebagai garda terdepan pion-pion dalam  mendukung setiap  program Pemerintah Daerah Kabupaten Karo dimasa pandemi  Covid-19, baik disaat level zona hijau, zona kuning dan zona merah, dalam hal ini kami sepakat tetap mendukung kebijakan yang terbaik digulirkan oleh Pemda Kabupaten Karo,” demikian dikatakan Tokoh Agama Kristen melalui jubir Pdt. Masada Sinukaban.

Didampingi Pdt. Antoni Tarigan dan sejumlah Hamba Tuhan yang lain, dihadapan Camat Dolat Rakyat, Camat Barusjahe dan Camat Payung, Forkopincam dan para Kades saat tatap muka via video conference, Senin (8/6) di Vommand Center Kantor Bupati. Masada Sinukaban menegaskan yang perlu disikapi oleh Camat dan Kades agar satu bahasa, dalam status  “zona merah” Kabupaten Karo  saat ini, agar di efektifkan  sosialisasi dan himbauan kembali dipertajam.

“Semisal tidak boleh berkerumun, baik di tempat ibadah, tempat pasar, pajak, kedai kopi, kolam pancing dan lebih spesial  tempat lokasi perjudian,” katanya.

Ironisnya, lanjut Masada Sinukaban menurut hemat kami hamba Tuhan, lokasi perjudian pula yang menjadi trend dan ramai dikunjungi serta tidak ada larangan dari pemerintah setempat maupun aparatnya.

“Ini kan aneh dan lucu, sementara tempat ibadah dilarang untuk beribadah, namun fakta yang kami lihat tempat judi ramai seperti pasar malam saja aktifitasnya setiap hari,” beber Masada.

Menanggapi hal itu Bupati Karo Terkelin Brahmana saat itu juga, melakukan kroscek langsung kepada para Camat, tentang info yang didengar via video conference yang dihadiri Tokoh Agama Kristen, apakah ada Camat dan Kades yang melakukan pelarangan ibadah. [baca juga : Marak Perjudian Tembak Ikan, Kinerja Polres Tanah Karo Dipertanyakan]

Bupati Karo juga meminta para Camat dan Kades agar transparan dan tidak menutup nutupi terkait perjudian di wilayah ketiga Camat tersebut.

“Apakah ada, sehingga terkesan pilih kasih. Bahwa gereja dibatasi sedangkan judi dibiarkan merajalela,” tanya Bupati.

Lanjutnya, tolong agar ini jangan menjadi batu sandungan buat kinerja Pemkab Karo. “Kalau ada itu jelas-jelas melanggar aturan dan kenapa terjadi pembiaran sehingga wilayah kita masuk zona merah,” tegas Terkelin.

Mendengar hal tersebut, Camat Dolat Rakyat, Camat Payung dan Camat Barusjahe, secara tegas mengatakan, diwilayahnya tidak pernah ada melakukan pelarangan ibadah, sebab tokoh agama di desa selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan kepala desa.

“Jadi tudingan ini tidak mendasar, hanya saja Kades mengingatkan ibadah tidak boleh berkerumun, dan lebih efektif lewat live  streaming atau membatasi jemaat berjamaah dan juga wajib memperhatikan protokol kesehatan,” kata ketiga Camat menerangkan secara bergantian.

Sementara pertemuan ini, turut dihadiri oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana, didampingi Plh Ketua GTPP Covid-19 Ir. Martin Sitepu dan sejumlah OPD.

Pewarta : Rinaldi

Pos terkait