Dugaan Proyek Monopoli di RSUD KH Daud Arif, Ketua LSM Petisi : Akan Segera Kami Laporkan

  • Whatsapp
RSUD Daud Arif
RSUD Daud Arif
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Syarifuddin AR Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peneliti Anti Korupsi (Petisi) Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencium adanya dugaan monopoli kegiatan proyek di lingkup RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal Tanjung Jabung Barat. [baca juga : Cium Dugaan KKN, LSM Petisi Minta Tim Cyber Polda Jambi Usut Lelang Proyek di Dinas Perkim Tanjab Barat]

Hal itu dituangkan Syarifuddin kepada awak media setelah dirinya menduga adanya permainan pihak panitia kegiatan RSUD KH. Daud Arif, dengan rekanan kontraktor CV. Rindu yang hingga saat ini rekanan tersebut di percayakan sebagai pelaksana setiap kegiatan di lingkup RSUD KH. Daud Arif, dari mulai kegiatan fisik, pengadaan barang dan jasa, hingga swakelola seperti pengadaan alat APD penanganan Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Saya akan segera membuat laporan ke pihak penyelenggara hukum, akan adanya dugaan permainan itu oleh pihak panitia pengadaan barang dan jasa di lingkup RSUD KH. Daud Arif dengan oknum rekanan CV. Rindu,” tegas Syarifuddin, Kamis kemarin (18/6). [baca juga : CV Rindu Disinyalir Boikot Kegiatan Proyek Swakelola di Lingkup RSUD Daud Arif]

Lanjutnya karena saya merasa ada kejanggalan kenapa CV. Rindu selalu di prioritaskan sebagai pelaksana kegiatan proyek di lingkup RSUD KH. Daud Arif.

“Saya berharap setiap item kegiatan proyek APBD 2020 di lingkup RSUD KH. Daud Arif, harus sesuai dengan mekanisme kerja. Terlebih lagi dalam hal pengadaan swaklola pembelian Alat Pelindung Diri (APD) yang menelan dana kisaran Rp 2,37 miliar,” pungkasnya. [baca juga : DPRD Tanjab Barat Minta RSUD Daud Arif Tidak Menyimpang Kelola Anggaran APD]

Pewarta : Nir

Pos terkait