Koperasi Kawe Senggaup Maining Datangkan Tenaga Medis Provinsi Papua Lakukan Rapid Test

  • Whatsapp
Koperasi Kawe Senggaup Maining
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Koperasi Kawe Senggaup Maining (KSM) terus berupaya melakukan penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah lokasi Tambang Rakyat Boven Digoel, Papua.

“Hal itu dilakukan guna meredam penyebaran Covid-19 di area tambang. Kami Koperasi Kawe Senggaup Maining tidak tinggal diam namun terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak baik itu pemerintah kota/kabupaten maupun Provinsi, dan kali ini kami telah kembali mendatangkan Tim Medis Kesehatan Provinsi Papua guna melakukan Rapid Tesst di lokasi tambang,” kata Ketua Koperasi Kawe Senggaup Maining Yusuf Nius Penyo. Saat konferensi pers di Hotel Mandobo, Sabtu kemarin (20/6).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Yusuf mengatakan, sebelumnya pihak koperasi bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Boven Digoel melakukan Rapid Test terhadap ratusan penambang di kampung kawe tepatnya di Kali Ver, dari ratusan penambang yang mengikuti Rapid Test itu hanya terdapat satu orang yang dinyatakan positif.

“Bulan yang lalu tenaga medis dari pegunungan bintang dan kabupaten boven digoel, sudah melakukan rapid test di lokasi tambang, dan rencana dalam waktu yang tidak lama ini kita akan datangkan lagi tenaga medis dari provinsi untuk kembali melakukan Rapid Test,” imbuhnya.

Menurutnya, selain mendatangkan tenaga medis ke lokasi tambang. Mobilisasi orang naik turun lokasi tambang juga sampai saat ini ditutup total, kecuali logistik atau bama dan itupun harus dilakukan sesuai dengan prosedur.

“Hal ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 dilokasi tambang,” terang Yusuf.

Diakui Yusuf terkait dengan aktifitas dilokasi tambang saat ini masih berjalan seperti biasa, namun diatur jarak, sesuai dengan protokol kesehatan. Selain itu himbauan dan sosialisasi selalu dilakukan pihaknya baik kepada masyarakat setempat maupun para penambang.

Sementara saat disinggung terkait dengan penutupan sementara lokasi tambang rakyat, Yusuf katakan, jika hal itu dilakukan, tentu akan membawa masalah baru untuk penyebaran Covid-19 di empat kabupaten yakni Pegunungan Bintang, Boven Digoel, Asmat dan Yahokimo. Sehingga alternatif yang diambil saat ini adalah menutup pintu keluar masuk orang dan mendatangkan tenaga medis untuk melakukan Rapid Test.

“Masyarakat yang berada di lokasi tambang jumlahnya cukup banyak hingga ribuan, sehingga langkah yang kita ambil adalah bekerja sama dengan pemerintah daerah kita datangkan medis ke lokasi tambang untuk rapid test. Itu yang selama ini kita lakukan,” pungkas Yusuf.

Terpisah Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Boven Digoel H. Chaerul Anwar saat di temui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu mengatakan, terkait penutupan sementara tambang rakyat kawe, Pemerintah Daerah Kabupaten Boven Digoel secara tegas menyampaikan bahwa untuk secara langsung ditutup harus dipertimbangkan dengan baik.

“Hal itu mengingat jika tambang ini ditutup tentunya Kabupaten Boven Digoel yang merupakan akses termudah akan dipenuhi dengan jumlah penambang yang mencapai ribuan orang,” kata dia.

Lanjutnya, pada intinya pembahasan masalah kawe harus dibicarakan dengan baik, oleh lima kabupaten yang ada yakni Kabupaten Pegunungan Bintang, Boven Digoel, Asmat, Mapi dan Yahokimo, karena saat ini yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Boven Digoel masih sebatas himbauan agar para penambang tidak naik ke lokasi tambang maupun turun tanah merah, kecuali logistik.

“Surat Gubernur ke Bupati Pengunungan Bintang dan tembusan ke kita Boven Digoel, untuk penutupan tambang rakyat ini, kita belum bisa ambil keputusan harus dirapatkan bersama. Karena banyak faktor dan nanti kita yang kerepotan. Saat ini yang kita lakukan adalah melakukan himbauan untuk tidak naik dan turun, kecuali logistik,” tandas Chaerul.

Reporter : R227

Pos terkait