Relaksasi New Normal, Pemuka Agama Kabupaten Merauke Sosialisasi Pembukaan Tempat Ibadah

  • Whatsapp
Pemuka Agama Kabupaten Merauke
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Dialog interaktif tentang Sosialisasi Relaksasi/New Normal pembukaan tempat ibadah saat Pandemi Covid-19 di Kab. Merauke diadakan di Kantor RRI Merauke Ruangan Conty II/Pro I Jl. Ahmad Yani, Distrik Merauke, Kab. Merauke, Papua. Sabtu kemarin 20 Juni 2020.

Narasumber dari Pemuka Agama Kabupaten Merauke yaitu Ir. H. Muh. Jupri Thamrin Wakil Ketua MUI Kab. Merauke, Pdt. Viktor Jelira, S.TH Ketua Klasis GPI Papua Kab. Merauke dan Hendrikus Kariwob, Msc Vikjen Keuskupan Agung Kab. Merauke, dipandu oleh Eko Febriani Pewawancara.

Bacaan Lainnya

Pada dialog tersebut Wakil Ketua MUI Kab. Merauke Ir. H. Muh. Jupri Thamrin mengucapkan syukur dan terima kasih terhadap para pemimpin dan tokoh-tokoh yang telah menyiapkan waktunya dan pada umumnya sudah menjembatani masyarakat Kab. Merauke sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan selama pandemi Covid -19 ini.

“Asas dalam beragama didalamnya salah satunya terdapat asas nilai kesehatan, tanpa kesehatan tidak bisa melaksanakan ibadah selain itu ada 2 nikmat yang sering manusia terkecoh yaitu kesehatan dan kesempatan dengan penjelasan, bahwa nikmat kesahatan itu bisa dirasakan pada saat sakit dan kesempatan itu dipergunakan dengan sebaik mungkin,” ucap Jupri.

Terkait dengan konteks Papua relaksasi tatanan New Normal, Jupri mengatakan bahwa sebelum adanya Surat Edaran Bupati Merauke, MUI Kab. Merauke telah melaksanakan rapat intern dan berkunjung ke masjid-masjid yang ada di Distrik-Distrik Kab. Merauke, dalam kunjungan terus selain melaksanakan rapat dengan pihak masjid juga dilaksanakan pengecekan terkait dengan kesiapan yang telah dilakukan masjid dalam rangka menghadapi tatanan New Normal dan himbauan Pemerintah Daerah.

“Kepada seluruh umat Islam diucapkan terima kasih atas partisipasinya yang sudah melaksanakan protokoler kesehatan jauh sebelum hingga sesudah surat Edaran Bupati. Setiap Masjid yang ada di Kab. Merauke memiliki Marbot yang bertugas menjaga Masjid, terkait dengan teknisnya yakni adanya pembatasan jamaah dikurangi sampai 40%, sehingga apabila tidak mencukupi kapasitas akan diarahkan ke Mushalla untuk melaksanakan ibadah bahkan di gudang demi untuk menjaga protokol-protokol kesehatan khususnya pelaksanaan sholat jumat,” kata dia.

Lanjutnya, perlu disampaikan bahwa tidak semua masjid  selama pandemi Covid-19 melaksanakan Sholat Jumat, lebih diprioritaskan pada Masjid-masjid besar di Kab. Merauke, selanjutnya terkait Surat Edaran Dewan Masjid Indonesia tentang teknis pelaksanaan ibadah di Masjid sampai dengan saat ini tidak ditemukan adanya kesulitan dalam menghadapi pelaksanaan sholat, khususnya Sholat Jumat. Namun secara otomatis jamaah berkurang sampai dengan 50% sudah tidak datang ke Masjid.

Pos terkait