Bupati Karo : Saya Bangga Warga Desa Sukatendel Masih Pertahankan Sifat Gotong Royong

  • Whatsapp
Bupati Karo
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id –  Bupati Karo Terkelin Brahmana berkesempatan meninjau normalisasi irigasi perladangan Kuta Gugung, pada Jumat kemarin (26/6) di desa Sukatendel Kec. Tiga Nderket.

“Kegiatan normalisasi ini dapat terealisasi atas adanya kearifan lokal masyarakat desa sukatendel dalam mengaplikasikan budaya gotong royong berkolaborasi dengan pihak pemda karo,” kata Terkelin.

Bacaan Lainnya

Lanjutnya, ini hal sungguh luar biasa, kekompakan masyarakatnya yang begitu antusias turun satu kampung, baik tua dan muda rela bekerja dengan tenaga, tanpa digaji. Program ini patut dikembangkan dan ditiru oleh desa lain, pada zaman era digital ini, sebab sulit sudah kita temui, akibat perkembangan digitalisasi.

“Sifat gotong royong, kita apreisasilah  untuk itu teruslah pupuk kebersamaan dan kekompakan seperti zaman nenek moyang kita dulu, semuanya setiap permasalahan di kampung/desa dirembukkan dan dimusyawarahkan dengan keputusan bersama,” tuturnya.

Terkelin juga memberikan motivasi semangat kepada masyarakat yang bekerja, “dan secara khusus apa yang tidak dapat dikerjakan secara manual oleh manusia, sudah ada alat kita, dioperasionalkan satu unit excavator mini,” kata dia.

Sementara Kades Sukatendel Dewanto Perangin Angin, menyampaikan rasa terima kasih atas campur tangan pemda karo, sehingga kegiatan mormalisasi dapat terwujud bersama masyrakat sukatendel.

Dewanto menyebut, kegiatan gotong royong swakelola ini melibatkan seluruh masyarakat sukatendel, tidak ada perbedaan, kata dia semua diterjunkan perempuan dan pria.

“Rencana pekerjan sudah dimulai  tanggal 21 Juni  2020 dan selesai tanggal 28 Juni 2020,” katanya.

Dikesempatan itu, Kordinator Lapangan (Korlap) Maslan Sukatendel mengaku kegitan normalisasi ini, untuk menghidupkan kembali  saluran irigasi Perjumaan Kuta Gugung (perladangan-red), untuk mengairi pertanian persawahan milik warga desa sukatendel.

“Jarak irigasi dihulu (sumber mata air)  ke hilir sepanjang 500 meter ini sudah hampir 10 tahun tidak  berfungsi, akibatnya warga banyak gagal panen dalam bercocok tanak. Sebab ketika musim kemarau, air sulit diperoleh, tentu berdampak kepada lahan pertanian masyarakat,” ucapnya.

Kedepan, lanjut Maslan mudah mudahan desa Sukatendel yang terbentang di geografis strategis dengan memiliki luas lahan pertanian (±) 100 haktare, tidak kesulitan lagi memperoleh air.

“Yah mudah-mudahan masyarakat tidak kesusahan lagi untuk keperluan pengairan ke sawahnya, walaupun dalam situasi musim kemarau terjadi,” tandasnya.

Hadir mendampingi Kepala Bappeda Ir. Nasib Sianturi, Kadis PUPR Edward Pontianus Sinulingga, Kabag Umum dan Perlengkapan Hotman Brahmana, Kabid Bina Marga Hendra Mitcon Purba, Sekcam Tiga Nderket Amri Ginting, Danramil 06/Payung Kapten Inf K. Kista, dan Kapolsek Tiga Nderket AKP J Bangun.

Pewarta : Rinaldi

Pos terkait