Debt Collector Permata Finance Ambil Paksa Motor Konsumen

  • Whatsapp
Debt Collector Permata Finance
2 orang Debt Collector yang mengaku dari Permata Finance saat akan mengambil paksa kendaaran

WARTALIKA.id – Lagi-lagi ulah “Debt Collector” membuat konsumen resah dan dirugikan dengan aksi pengambilan paksa kendaraan bermotor roda dua. Hal ini dialami R (30), warga pasir gadung kecamatan cikupa kabupaten tangerang dimana kendaraannya ditarik paksa oleh debt collector Permata Finance.

Penarikan paksa kendaraan bermotor dilakukan oleh 2 orang debt collector Permata Finance, saat saya sedang berada di kawasan industri jatake ketika mau berangkat kerja,” kata R. Senin (21/7/2020).

Lanjutnya, memang itu debt collector Permata Finance tidak punya sopan santun tiba-tiba menghampiri saya, dan langsung meminta motor yang saya kendarai tanpa ada musyawarah.

“Padahal sudah saya jelaskan, mari kita bicarakan dirumah, karena ini motor saudara saya. Saya hanya pinjam karena mau berangkat kerja,” terang R.

Menurutnya, sisa tunggakan hanya kurang lebih Rp 700 ribu, karena sisa angsuran hanya 2 bulan lagi dan angsuran perbulanya hanya Rp 340 ribu.

Adanya kejadian tersebut R dan pemilik motor merasa dirugikan. Padahal kata R, perbuatan pengambilan paksa kendaraan bermotor yang masih dalam proses kredit sekalipun, tidak boleh dilakukan oleh debt collector. Sebab hal tersebut telah diatur dalam peraturan menteri keuangan No. 130/pmk.010/2012 tentang pendaftaran fidusia bagi perusahaan pembiayaan.

Tindakan kekerasan atau perampasan tersebut dapat di ancam dengan pasal 365 KUHP 368 tentang perampasan dengan ancaman 12 tahun penjara serta perbuatan tidak menyenangkan.

“Atas kejadian ini, jika tidak ada niat baik perusahaan Permata Finance. Maka kasus ini akan dilaporkan kepada pihak kepolisian. Saya merasa dirugikan saat ini,” tegas R.

  • Whatsapp

Pos terkait