Kepala Kesbangpol Maluku Tenggara Sosialisasi Protokol Kesehatan di Gereja Katolik Watngon

  • Whatsapp
Kepala Kesbangpol Maluku Tenggara
Abraham Reyaan, Kepala Kesbangpol Maluku Tenggara

WARTALIKA.id – Kerjasama Kesbangpol Maluku Tenggara dengan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Maluku Tenggara dalam rangka upaya mencegah, memutus serta adanya kehati-hatian masyarakat untuk selalu mengedepankan Protokol Kesehatan guna menghindari diri dari Pandemi COVID 19. Hal ini disampaikan Abraham Reyaan Kepala Kesbangpol Kabupaten Maluku Tenggara usai Ibadah Misa Ekaristi Kudus yang dipimpin langsung Pastor Fr. Koff Uweubun dengan menggunakan mimbar Gereja, Minggu 19 Juli 2020.

Abraham Reyaan Kepala Kesbangpol Maluku Tenggara yang juga mantan Camat Kei Kecil itu saat diminta komentarnya mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malra untuk bersatupadu mencegah penyebaran COVID19 di Daerah Larvul Ngabal tercinta ini.

Bacaan Lainnya

“Kami mengharapkan agar masyarakat jangan main-main dengan COVID19 ini karena ketika seseorang dinyatakan positif terjangkit Corona maka dirinya akan terisolir dari keluarga baik menjenguk, mendampingi saat di RSU hingga meninggal pun takkan tersentuh oleh keluarganya. Hal ini perlu dipahami setia masyarakat Ohoi Watngon,” terang Reyaan.

Reyaan menjelaskan juga bahwa sebelum datang di Ohoi Watngon, pihaknya sudah bekerjasama dengan Wakil Uskup Wilayah Kepulauan Kei Kecil dan Pastor Paroki terkait kegiatan tersebut dan sungguh direspon positif pihak gereja.

“Kegiatan ini dilaksanakan oleh petinggi Agama di Kabupaten Maluku Tenggara tanpa perbedaan dan ketinggalan satupun, sehingga masing masing sudah mengetahui tempat dan waktu pelaksanaannya dan dipagi hari ini Minggu, 19 Juli 2020 Tokoh Agama Katolik berkesempatan mendatangi Umat disaat Ibadah Hari Minggu dan pagi ini jadwalnya Paroki Rumat dan dirinya ditugaskan untuk berugas di Ohoi-Ohoi Katolik di Paroki Rumat,” bebernya.

Reyaan juga menjelaskan bahwa Pihak Pemerintah Daerah Maluku Tenggara melalui Gugus Tugas sudah banyak melakukan sosialisasi dan Upaya Pencegahan dan kemudian pihak keagamaan sudah melakukan ritual keagamaan dan terkait Cultur pun sudah dilakukan ritual adat bersama Para Raja Loorsiw/Loorlim serta tokoh-tokoh masyarakat Adat lainnya dan diharapkan agar setiap Ohoi wajib melakukan ritual Adat berdasarkan kearifan lokal dan budaya adat disetiap Ohoi.

Reyaan berharap kepada masyarakat Ohoi Watngon agar masyarakat ohoi watngon jangan berpolemik dan juga jangan panik lalu ikuti anjuran Protokol Kesehatan (selalu menggunakan Masker, cuci tangan dan mengatur jarak).

“Saya berharap pula agar masyarakat rajin berdoa dan jangan lupa bekerja,” tutup Reyaan.

Pos terkait