Beritakan Judi Tembak Ikan, Wartawan di Pematang Siantar Dihajar Hingga Babak Belur

  • Whatsapp
Poltak Mangiring Simanjutak wartawan media Berantas Kriminal
Poltak Mangiring Simanjutak wartawan media Berantas Kriminal

WARTALIKA.id – Aksi penganiayaan, dan intimidasi terhadap wartawan masih terus terjadi. Tak pelak hal itu menjadi sebuah kekhawatiran bagi perusahaan pers dan wartawan itu sendiri, dimana undang-undang pers dirasa semakin dikebiri.

Penganiayaan, dan intimidasi itu dirasakan Poltak Mangiring Simanjutak salah seorang wartawan media Berantas Kriminal dimana dirinya dihajar dua orang oknum yang tidak diketahui identitasnya.

Bacaan Lainnya

“Kejadiannya pada hari Jumat 9 Oktober 2020. Saat itu saya ada janji dengan seorang narasumber disalah satu warung di seputaran jalan Wahidin Pematang Siantar,” kata Poltak, belum lama ini.

Poltak menduga narasumber tersebut adalah pemilik usaha judi gelper tembak ikan. Sesampainya dilokasi pertemuan bukan narasumber yang ia temui namun seseorang yang mengaku aparat.

“Pria yang mengaku aparat itu mengaku tersinggung akibat pemberitaan judi gelper sebelumnya di media Berantas Kriminal dan kami sempat bersitegang,” ucap Poltak.

Usai pertemuan itu Poltak pun langsung bergegas pulang menuju  kediamannya, namun ditengah perjalanan tepatnya di depan PT. Penerbit Erlangga di Jl. Sisingamangaraja Kota Pematang Siantar tiba-tiba dua orang pria yang tidak dikenal datang menghampirinya dan  spontan langsung memukuli Poltak hingga mengalami memar dan luka-luka.

“Dua orang itu dengan membabi buta memukuli saya tanpa ampun. hingga saya tak berdaya dam mengalami luka memar,” imbuh Poltak.

Dirinya pun meyakini aksi penganiayaan itu, akibat buntut dari berita dan perdebatannya dengan pria yang diutus narasumber tersebut.

“Saya menduga itu berhubungan erat dengan pemberitaan dan pria yang diutus narasumber,” tuturnya.

Sementara tidak terima atas perlakuan yang dialaminya, keesokan harinya Poltak membuat laporan ke Polsek Martoba Siantar dengan No. STPL/87/X/2020/SEK Siantar Martoba tanggal 10 Oktber 2020 .

Terpisah, Pemimpin Redaksi Media Berantas Kriminal Heri Kurniawan saat dikonfirmasi mengatakan dirinya sangat menyayangkan adanya oknum aparat yang diduga membekingi perjudian gelper tembak ikan.

“Kapolda Sumut Irjen Martuami Sormin agar cepat tanggap menangani kasus penganiayaan yang dialami oleh wartawan saya. Juga kiranya agar dapat menutup judi gelper tembak ikan yang ada di Pematang Siantar,” pinta Heri.

Polisi juga harus mengusut dan menyelidiki adanya oknum aparat yang diduga membekingi judi gelper tembak ikan. Karena perkaranya sudah kami laporkan di Polsek Martoba Siantar.

“Kasus penganiayaan terhadap wartawan ini tidak bisa dibiarkan agar bisa memberikan efek jerah bagi para oknum pelaku penganiayaan tersebut,” tandas Heri.

Pewarta : Rinaldi

Pos terkait