WARTALIKA.id –Pembangunan Gedung UPPPD (Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Daerah) Tamansari Jakarta Barat yang berlokasi di Jalan Kemukus No.1Kelurahan Pinangsia Kecamatan Tamansari Jakarta Barat patut di duga melanggar UU K3.
Pembangunan Gedung UPPPD Tamansari di mulai 5/2024 dengan ketinggian 6 lantai sepatutnya menggunakan alat keselamatan kerja dan di pasang jaring pengaman proyek, tetapi hal ini tidak nampak terpasang disekitar bangunan proyek.
Proyek pembangunan gedung UPPPD 6 lantai tersebut dikerjakan oleh PT.KUMU MMA (KSO) dengan nomer kontrak 1756/PN.01.02 di dalam papan proyekpun tidak terlihat nilai proyek, hal ini juga di duga melanggar UU KIP.
Sepatutnya setiap proyek Pemda atau Pemerintah harus memenuhi UU KIP dan papan proyek harus terlihat jelas oleh masyarakat, karena proyek tersebut menggunakan uang pajak rakyat
Patut di duga PT.KUMU MMA juga telah melanggar UUK3, hal ini terlihat jelas para pekerja proyek tidak dilengkapi sabuk pengaman, topi proyek juga tidak adanya jaring proyek yang terpasang sementara mereka bekerja di ketinggian apakah pihak proyek dapat menjamin bila terjadi kecelakaan kerja.
Photo-photo kegiatan pekerja tanpa alat K3 sudah terlihat sejak awal proyek (10/2024-13/2025)menurut pantauan kami Media, hingga kini pihak proyek tidak melaksanakan UUK3 atau ada dugaan kontraktor sudah main mata dengan dinas pengawasan.
Pembangunan gedung UPPPD Tamansari 6 lantai yang berada dalam satu lokasi dengan Kecamatan Tamansari juga Kantor KUA dan berdekatan dengan Kampung Rusun Kunir sepatutnya UUK3 itu diterapkan, karena banyak warga masyarakat yang datang mengurus administrasi ke KUA juga warga kampung rusun yang mungkin terganggu dengan aktifitas proyek.
Di bulan Nopember 2024 awak Media dan selanjutnya pemantauan coba mendatangi Kampung Rusun Kunir Rt.04/06, pada tgl 18 Januari, 2025 saat itu awak Media berjumpa dengan Sumiran Tomas setempat, awak Media coba bertanya untuk mendapatkan informasi, terkait pembangunan proyek UPPPD Tamansari yang kebetulan berada tepat dibelakang Kampung Rusun Kunir.
Sumiran menjelaskan sebenarnya merasa terganggu dengan aktifitas pekerjaan proyek hingga larut malam, ditambah proyek tidak ada jaring pengaman, debu-debu proyek langsung masuk ke masyarakat rusun ada juga beberapa bagian tembok rusun yang rusak dan yang lebih mengerikan ada alat proyek yang jatuh dari ketinggian, alhamdulillah tidak ada korban,”.
Kejadian-kejadian akibat pembangunan proyek UPPPD sudah di adukan ke Dinas UPPR,” katanya.
Berikutnya awak Media coba mendapatkan informasi lebih dengan mendatangi tokoh pemuda Kampung Rusun Kunir Marsa, untuk menyamakan informasi yang di dapat dari Sumiran.
Marsa menjelaskan dan membenarkan apa yang dikatakan Sumiran tetapi semua persoalan itu sudah diserahkan ke Dinas Bapenda, bila awak Media ingin lebih jelas silahkan ke Dinas Bapenda saja.
Lebih lanjut awak Media coba menemui pihak PT.KUMU MMA pada Senin 13/1/2025 untuk konfirmasi terkait kejadian akibat dampak proyek yang dirasakan warga Kampung Rusun Kunir.
Awak Media bertemu dengan Rahmat sebagai penanggung jawab proyek, Rahmat menjelaskan terkait kejadian-kejadian dampak proyek, semua di iyakan Rahmat tetapi semua itu sudah di musyawarahkan antara warga dengan pihak proyek terang Rahmat.
Rahmat menjelaskan terkait pekerja tidak menggunakan pengaman bahwa dia sudah cape menyuruh ke setiap pekerja,untuk menggunakan K3 kilahnya.
Berikutnya Rahmat juga menjelaskan terkait jaring pengaman proyek, bahwa jaring proyek dipasang seperlunya saja, hal ini jelas profesional kerja sudah hilang, sudah jelas UUK3 harus dilaksanakan secara umum, jelas sudah terjadi pelanggaran.
Sumiran dan Marsa tokoh pemuda Kampung Rusun Kunir berharap persoalan kenyamanan, keselamatan kerja kedepan lebih diperhatikan lagi terkhusus proyek gedung bertingkat.
WARTALIKA.id - Anggota Pomdam Jaya/Jayakarta bantu aksi cepat bersih-bersih jalan dan fasilitas umum paska demo kemarin, sebagai bentuk kepedulian TNI… Baca selengkapnya
WARTALIKA.id - Prajurit Kodam Jaya bergerak cepat membersihkan sekaligus merapihkan jalur umum strategis di wilayah Jakarta, sebagai bentuk kepedulian TNI… Baca selengkapnya
WARTALIKA.id - Polres Belitung menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, yakni di depan Pintu… Baca selengkapnya
WARTALIKA.id - Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim memberikan pengarahan khusus kepada seluruh Warga Binaan Blok… Baca selengkapnya
WARTALIKA.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus perkuat komitmen terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik melalui evaluasi menyeluruh terhadap… Baca selengkapnya
WARTALIKA.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membentuk Posko Krisis Center Jaga Jakarta sebagai langkah pencegahan dini terhadap dampak aksi… Baca selengkapnya