Bromelia: Penghias Rumah yang Bisa Jadi Ancaman, Ini Penjelasan Lurah Meruya Selatan
WARTALIKA.id – Tanaman hias bromelia menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta tanaman karena bentuknya yang unik dan warnanya yang beragam. Namun, di balik keindahannya, Lurah Meruya Selatan M.Gufri Fatchani, mengingatkan adanya potensi bahaya yang perlu diwaspadai.
Hal itu terungkap dari adanya temuan jentik-jentik nyamuk di tanaman Bromelia pada kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RW 02 Kelurahan Meruya Selatan.
“Saat ini, kegiatan PSN tak melulu memeriksa jentik-jentik nyamuk pada bak mandi, dispenser, tempat minum burung. Tapi, ada temuan jentik-jentik nyamuk di tanaman hias Bromelia,” ujar Lurah Meruya Selatan, M.Gufri Fatchani, pada kegiatan implementasi wolbachia di RW 01 Meruya Selatan, beberapa hari lalu.
Gufri Fatchani menjelaskan bahwa struktur daun bromelia yang membentuk seperti wadah dapat menampung air hujan atau air siraman. Kondisi ini, jika dibiarkan, akan menjadi tempat ideal bagi perkembangbiakan larva nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
“Kami tidak melarang masyarakat untuk menanam bromelia. Tanaman ini memang indah dan bisa mempercantik lingkungan rumah,” kata M. Gufri.
“Namun, penting untuk diingat bahwa kita juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Oleh karena itu, perawatan yang tepat pada bromelia menjadi kunci utama.”
M. Gufri menyarankan beberapa langkah pencegahan seperti mengganti air pada bromelia secara berkala minimal seminggu sekali, membersihkan bagian dalam tanaman dari jentik nyamuk, dan memastikan tidak ada genangan air di sekitar tanaman. Dengan perawatan yang benar, keindahan bromelia tetap bisa dinikmati tanpa harus khawatir akan risiko penyakit DBD.
Menurutnya, nyamuk zaman now sudah pintar. Mereka mencari tempat-tempat yang kerap luput dari pemeriksaan petugas jumantik pada pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk.
“Oleh karena itu, saya selalu mengimbau kepada para petugas jumantik untuk cermat memeriksa tempat-tempat berkembang biak nyamuk penyebab demam berdarah. Minimal, setiap rumah ada jumantik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan, Rosvita Nur Aini mengatakan bahwa tanaman bromelia tangki, memiliki ukuran daun yang besar tanpa batang sehingga bisa menampung air.
“Air yang tertampung pada daun bromelia bisa menjadi tempat bagi nyamuk untuk bertelur. Kemudian, telur menetas menjadi jentik hingga nyamuk dewasa,” ujarnya.
Untuk menjaga nyamuk tak berkembang biak di tanaman Bromelia, lanjut Vita, pemilik tanaman harus memberikan larvasida untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.
Sebelumnya, Sudis Kesehatan Jakarta Barat bersama aparatur Kelurahan Meruya Selatan melaksanakan implementasi wolbachia di lingkungan RW 01 Meruya Selatan, Jumat (9/5) lalu. Sebanyak 811 ember berisi telur nyamuk wolbachia telah disebar kepada Orang Tua Asuh (OTA) di 11 lingkungan RW.
Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan, Rosvita Nur Aini mengatakan bahwa Kelurahan Meruya Selatan menjadi wilayah terakhir di Kecamatan Kembangan yang melaksanakan implementasi wolbachia.
Implementasi wolbachia diisi dengan peletakkan ember-ember berisi telur nyamuk wolbachia dan pakannya kepada Orang Tua Asuh (OTA) pada lokasi yang telah ditentukan.
“Kami bersama lurah dan perwakilan Kementerian Kesehatan dan Universitas Gadjah Mada melakukan seremoni implementasi wolbachia, sekaligus peletakan sejumlah ember ber-wolbachia pada rumah Orang Tua Asuh (OTA),” ujarnya usai mengikuti implementasi wolbachia, di RW 01, Kelurahan Meruya Selatan.
Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook