WARTALIKA.id – Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu malam (14/2/2026). Ribuan warga dari berbagai penjuru Jakarta memadati gelaran Festival Imlek 2026 untuk merayakan momen Tahun Baru Imlek dengan penuh suka cita.

Pantauan WARTALIKA.id di lokasi, Sabtu (14/2/2026), pukul 21.00 WIB, Festival Imlek 2026 di Bundaran HI tampak dipadati warga yang terus berdatangan dari berbagai wilayah. Lampion dan ornamen Imlek juga menghiasi jalanan di area tersebut.

Mereka tampak antusias mengabadikan momen di berbagai sudut dekorasi yang estetik, mulai dari berswafoto hingga merekam video suasana malam di jantung ibu kota.

Menunjukkan warga datang berbondong-bondong sejak sore hari. Tak hanya datang sendiri, mayoritas pengunjung terlihat membawa serta anggota keluarga dan kerabat untuk menikmati suasana festival yang kental dengan nuansa merah dan emas tersebut.

Kesaksian Warga: Meriah dan Penuh Harmoni

​Antusiasme ini dirasakan langsung oleh Saripah, seorang warga asal Jakarta Pusat yang sengaja datang untuk melihat kemeriahan festival. Ia mengaku terpukau dengan dekorasi tahun ini yang terasa lebih hidup, sengaja datang setelah pulang kerja bersama suami,” jelasnya.

​Senada dengan Saripah, Savirah yang datang jauh-jauh dari Jakarta Barat juga mengungkapkan kekagumannya terhadap atmosfer di Bundaran HI. Baginya, festival ini menjadi hiburan murah meriah namun berkualitas bagi warga Jakarta.

​Kebahagiaan serupa juga terpancar dari wajah Rizki, pengunjung asal Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia memboyong seluruh anggota keluarganya untuk menikmati malam minggu di area ikonik tersebut.

​”Sangat senang bisa bawa keluarga ke sini. Anaknya suka lihat lampu-lampunya, suasananya juga asyik buat duduk santai,” ujar Rizki di lokasi.

Harmony Lantern Walk Jadi Primadona Swafoto

​Titik yang paling banyak diserbu warga adalah gerbang megah bertuliskan ‘Harmoni Imlek Nusantara’. Area ini menjadi latar belakang favorit pengunjung untuk berfoto bersama.

​Selain itu, Harmony Lantern Walk yang dipenuhi dengan ratusan lampion merah menyala menjadi daya tarik utama. Warga terlihat bergantian mengambil posisi terbaik untuk mendapatkan jepretan foto yang instagramable menggunakan ponsel mereka.

​Banyak pula warga yang memilih untuk sekadar duduk santai di pinggiran air mancur Bundaran HI, menikmati angin malam sembari melihat kerlip lampu kota yang berpadu dengan dekorasi khas Imlek yang merah merona.

Festival Imlek Jakarta di Bundaran HI berlangsung pada 13–17 Februari 2026. Kegiatan ini menampilkan 3D lantern 12 shio, harmony lantern walk, pagoda LED Cahaya Harmoni, God of Fortune Cai Sen Ye, liong dance, parade barongsai, hingga pertunjukan laser.

Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan rangkaian kegiatan perayaan Imlek 2026 lainnya, antara lain Lomba Dekorasi Imlek Jakarta yang diikuti sekitar 98 gedung dan berlangsung hingga 17 Februari 2026. Kegiatan ini diharapkan dapat memperindah wajah kota serta menghadirkan suasana Imlek di berbagai sudut Jakarta.

Rangkaian kegiatan berikutnya meliputi Festival Pecinan Jakarta yang akan digelar pada 15–17 Februari 2026 di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Harmoni Jakarta powered by Jakarta City Branding pada 15–17 Februari 2026 di Blok M Hub, serta Semarak Imlek Nasional yang dimeriahkan dengan video mapping di kawasan Monumen Nasional (Monas).

Tak hanya itu, Jakarta Light Festival Chinese New Year Edition akan digelar pada 16–17 Februari 2026 di Kota Tua Jakarta. Pemprov DKI Jakarta juga menyelenggarakan Festival Kelenteng Jakarta dengan melibatkan kelenteng-kelenteng di Jakarta untuk menampilkan semarak perayaan Imlek. Puncak rangkaian kegiatan akan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026 di kawasan Pecinan Glodok. Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemprov DKI Jakarta, BUMD, pemerintah pusat, BUMN, hingga sektor swasta.

“Semua kegiatan ini berlangsung atas kerja sama semua pihak. Inilah semangat kolaborasi untuk menghadirkan perayaan Imlek yang meriah dan inklusif di Jakarta,” ujar Gubernur Pramono.

Sementara itu, usai meninjau persiapan lomba dekorasi gedung di kawasan SCBD, Wagub Rano menjelaskan, lomba dekorasi Imlek menjadi salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan estetika kota sekaligus memperkuat nilai toleransi.

“Kita menyelenggarakan lomba dekorasi Imlek dengan melibatkan pengelola gedung. Ini bertujuan meningkatkan keindahan dan estetika kawasan pedestrian, sekaligus memperkuat harmoni dalam keberagaman melalui akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi yang tidak bisa dipisahkan,” jelasnya.

Wagub Rano menambahkan, pemasangan dan lomba dekorasi Imlek dilaksanakan pada 19 Januari hingga 17 Februari 2026, dengan penilaian pada 12 dan 17 Februari 2026. Kegiatan ini diharapkan semakin menegaskan Jakarta sebagai melting pot harmoni dan keberagaman, sebagaimana tercermin di kawasan SCBD dan berbagai titik