WATALIKA.id – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari berhasil menyelesaikan pembangunan Bendung Laiba di Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna. Proyek ini menjadi salah satu bagian penting dari program strategis nasional yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memperkuat sistem irigasi dan ketersediaan air di daerah.
Penyelesaian Bendung Laiba menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui agenda pembangunan prioritas nasional. Infrastruktur air dinilai sebagai faktor kunci dalam menjaga stabilitas produksi pertanian, terutama di daerah yang selama ini masih bergantung pada curah hujan dan pembangunan Bendung Laiba ini diproyeksikan menjadi tulang punggung sistem irigasi pertanian di Kecamatan Parigi dan Kecamatan Kabawo.
Selain pembangunan baru Bendung Laiba, BWS Sulawesi IV Kendari juga melakukan rehabilitasi dan peningkatan pada Bendung Labulu-Bulu serta Bendung Kolasa. Ketiga infrastruktur tersebut dirancang saling terintegrasi untuk memperkuat sistem pengairan lahan pertanian yang mencakup dua kecamatan sentra produksi di Kabupaten Muna.
Humas BWS Sulawesi IV Kendari, Rahmat, menjelaskan bahwa Bendung Laiba dibangun untuk mengairi areal persawahan seluas 615,84 hektare. Dengan kapasitas tampungan air yang lebih optimal, keberadaan bendung ini diharapkan mampu menjaga kontinuitas suplai air irigasi sepanjang musim tanam.
“Bendung Laiba merupakan pembangunan baru yang dirancang untuk memaksimalkan layanan irigasi. Dengan sistem yang lebih baik, ketergantungan petani terhadap hujan dapat ditekan sehingga pola tanam menjadi lebih teratur,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

