WARTALIKA.idKapolres Belitung, Polda Bangka Belitung (Babel) AKBP Sarwo Edi Wibowo, memimpin Apel Siaga Kamtibmas guna menjamin kondusivitas wilayah selama Bulan Suci Ramadan 1447 H. Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolres Belitung pada Kamis (26/02/2026) ini melibatkan unsur Forkopimda, TNI, hingga berbagai stakeholder terkait guna memastikan ibadah masyarakat berjalan khusyuk.

Apel ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat untuk menjamin kekhusyukan ibadah umat Muslim. Mengingat Ramadan tahun 2026 ini bertepatan dengan dinamika sosial yang cukup tinggi, Polres Belitung memandang perlu adanya konsolidasi kekuatan antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat.

​Gelar pasukan ini melibatkan kekuatan gabungan yang solid, terdiri dari 1 peleton TNI AD, 1 peleton TNI AU, dan 1 peleton Brimob Belitung. Selain itu, barisan juga diperkuat oleh 5 peleton personel Polres Belitung, serta masing-masing 1 peleton dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Orari, dan Senkom. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan sinergitas yang kuat dalam menjaga stabilitas keamanan di Negeri Laskar Pelangi.

​Dalam amanatnya, Kapolres Belitung mengajak seluruh pihak untuk senantiasa bersyukur serta bersama-sama menjaga keamanan wilayah Kabupaten Belitung selama Ramadan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh stakeholder dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang kerap muncul di bulan puasa, seperti balap liar, perang sarung, penggunaan petasan, maupun tawuran antar-remaja yang dapat mengganggu ketenangan ibadah.

Fokus pada Pencegahan dan Operasi Pekat Menumbing

​Kapolres Belitung juga menyampaikan bahwa saat ini Polres Belitung tengah melaksanakan Operasi Pekat Menumbing 2026. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah berhasil mengungkap lima laporan polisi terkait gangguan kamtibmas yang menonjol. Hal tersebut menjadi pengingat bagi seluruh aparat dan masyarakat bahwa meskipun situasi di Kabupaten Belitung relatif aman, potensi kerawanan tetap harus diantisipasi secara serius melalui langkah preventif dan preemtif.

​”Keberhasilan pengungkapan dalam Operasi Pekat ini adalah sinyal bahwa kami tidak akan mentolerir segala bentuk penyakit masyarakat yang mengganggu kekhusyukan bulan Ramadan. Kami ingin masyarakat merasa tenang saat beribadah di masjid maupun saat beristirahat di rumah,” tegas AKBP Sarwo Edi Wibowo dalam pidato Apel Siaga Kamtibmas.

​Lebih lanjut, ia menekankan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan sekaligus komitmen bersama dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Hal ini mencakup pengamanan saat masyarakat menjalankan ibadah puasa, menghadiri bazar Ramadan yang tersebar di beberapa titik, hingga menyambut wisatawan yang diprediksi akan meningkat saat libur panjang Idul Fitri mendatang.

Penguatan Patroli dan Pengamanan Objek Vital

​Strategi pengamanan selama Ramadan 1447 H ini tidak hanya berfokus pada pusat kota, tetapi juga menyasar wilayah pemukiman dan objek vital. Pasukan gabungan akan dikerahkan untuk melakukan patroli dialogis secara berkala, terutama pada jam-jam rawan seperti menjelang berbuka puasa (ngabuburit), waktu salat tarawih, hingga waktu sahur.

​”Kami akan mempertebal personel di titik-titik keramaian, seperti pasar tumpah dan lokasi bazar Ramadan. Selain itu, pengamanan di tempat ibadah juga menjadi prioritas guna memastikan jamaah dapat melaksanakan salat dengan nyaman tanpa rasa khawatir terhadap tindak kriminalitas seperti pencurian kendaraan bermotor,” tambah Kapolres.

​Selain aspek keamanan, koordinasi dengan Dinas Perhubungan juga ditekankan untuk mengatur arus lalu lintas di titik-titik kemacetan baru yang biasanya muncul akibat meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di sore hari. Peran Senkom dan Orari juga dianggap krusial dalam memberikan informasi cepat terkait perkembangan situasi di lapangan melalui jaringan komunikasi radio.

​Imbauan kepada Orang Tua dan Masyarakat

​Menutup rangkaian apel, AKBP Sarwo Edi Wibowo memberikan pesan khusus kepada para orang tua di Kabupaten Belitung. Ia meminta agar para orang tua lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari dan menjelang subuh. Fenomena perang sarung dan balap liar seringkali melibatkan anak di bawah umur yang luput dari pengawasan rumah.

​”Keamanan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kami dari aparat keamanan akan bekerja maksimal di lapangan, namun dukungan dari keluarga dan tokoh masyarakat sangat kami harapkan untuk mencegah anak-anak kita terlibat dalam kegiatan negatif yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.

​Dengan dilaksanakannya Apel Siaga Kamtibmas ini, diharapkan seluruh rangkaian ibadah Ramadan 1447 H di Kabupaten Belitung dapat berjalan dengan aman, damai, dan penuh keberkahan, sekaligus menjaga citra Belitung sebagai destinasi wisata yang aman bagi siapa saja.