WARTALIKA.id – Pagi yang cerah di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Belitung, Senin (02/03/2026), tampak sedikit berbeda dari biasanya. Jika biasanya riuh rendah suara kendaraan patroli dan kesibukan administrasi menjadi pemandangan utama, kali ini ada antrean yang tidak biasa di depan ruang pemeriksaan. Pastikan anggota “Clear” dari narkoba, puluhan personel, mulai dari bintara hingga perwira, tampak berbaris tertib. Bukan untuk apel besar, melainkan untuk menjalani pemeriksaan urine mendadak yang digelar oleh jajaran internal Polres Belitung.

​Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Di tengah tantangan pemberantasan narkotika yang semakin kompleks, Polres Belitung memilih untuk “menyapu lantai dengan sapu yang bersih.” Melalui kolaborasi antara Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) serta Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes), pengecekan urine ini menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah institusi Polri dari ancaman barang haram.

”Alhamdulillah, hasilnya semua negatif. Ini mencerminkan bahwa anggota kita memiliki komitmen kuat untuk menjauhi narkoba. Saya harap hasil ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi benar-benar tercermin dalam perilaku sehari-hari saat bertugas sebagai pengayom masyarakat,”

Deteksi Dini: Benteng Pertahanan Internal

​Penyalahgunaan narkoba adalah musuh nyata yang tidak mengenal profesi, termasuk aparat penegak hukum. Menyadari risiko tersebut, Kapolres Belitung, AKBP Sarwo Edi Wibowo, menginstruksikan pemeriksaan ini sebagai bentuk deteksi dini. Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa seluruh personel yang bertugas melayani masyarakat berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima, serta bersih dari pengaruh zat adiktif atau psikotropika.

​Pemeriksaan yang berlangsung sejak pagi hari ini dilakukan dengan standar medis yang ketat. Setiap personel yang masuk ke ruang pemeriksaan diawasi langsung oleh anggota Sipropam untuk menjamin validitas sampel urine yang diambil. Tidak ada pengecualian; setiap anggota harus memberikan sampelnya untuk diuji secara langsung oleh tim medis dari Sidokkes menggunakan alat tes multi-parameter.

Integritas Sebagai Harga Mati

​Bagi AKBP Sarwo Edi Wibowo, integritas bukan sekadar slogan yang terpampang di dinding kantor. Menurutnya, seorang polisi memiliki beban moral yang besar di pundaknya. Sebagai penegak hukum, anggota Polri dituntut untuk menjadi teladan bagi masyarakat dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam memerangi narkoba.

​“Bagaimana kita bisa menindak penyalahguna narkoba di luar sana, jika di dalam rumah kita sendiri masih ada keraguan? Integritas itu dimulai dari diri sendiri. Sebelum kita melangkah keluar untuk menertibkan masyarakat, internal kita harus benar-benar clear dan steril,” tegas AKBP Sarwo Edi di sela-sela peninjauan kegiatan.

​Beliau juga menambahkan bahwa godaan di lapangan sangatlah besar. Oleh karena itu, pengawasan internal yang ketat seperti ini merupakan bentuk perlindungan pimpinan terhadap bawahan agar tidak terjerumus ke jalan yang salah. “Kami tidak ingin kehilangan putra-putra terbaik bangsa hanya karena godaan sesaat. Pengecekan ini adalah bentuk kasih sayang sekaligus ketegasan kami dalam membina personel,” lanjutnya.

Hasil Nyata: Komitmen yang Terjaga

​Setelah melalui proses pemeriksaan yang memakan waktu beberapa jam, hasil yang dinanti-nantikan akhirnya keluar. Tim Sidokkes Polres Belitung mengonfirmasi bahwa seluruh sampel urine yang diperiksa menunjukkan hasil negatif. Tidak ditemukan indikasi penggunaan metamfetamin, amfetamin, ganja, maupun zat terlarang lainnya pada personel yang mengikuti tes hari itu.

​Kabar ini disambut baik oleh jajaran pimpinan. Hasil negatif tersebut menjadi bukti nyata bahwa kesadaran personel Polres Belitung dalam menjaga kedisiplinan dan kehormatan korps masih sangat tinggi. Ini juga mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat bahwa Polres Belitung serius dalam menjaga profesionalisme mereka.

​”Alhamdulillah, hasilnya semua negatif. Ini mencerminkan bahwa anggota kita memiliki komitmen kuat untuk menjauhi narkoba. Saya harap hasil ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi benar-benar tercermin dalam perilaku sehari-hari saat bertugas sebagai pengayom masyarakat,” ujar Kapolres dengan nada optimis.

Membangun Kepercayaan Publik

​Kegiatan rutin yang dilakukan secara berkala ini juga berdampak besar pada tingkat kepercayaan masyarakat (public trust). Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, transparansi internal kepolisian menjadi kunci utama dalam meraih dukungan warga. Dengan menunjukkan bahwa institusi kepolisian bersih dari narkoba, masyarakat akan merasa lebih tenang dan aman saat berinteraksi dengan petugas di lapangan.

​Pengecekan urine ini bukan hanya soal urusan medis, melainkan soal menjaga “marwah.” Setiap tetes urine yang diperiksa adalah pertaruhan nama baik institusi. Dengan hasil yang bersih, Polres Belitung siap melangkah lebih jauh dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum mereka dengan tangan yang tegak dan bersih.

Harapan ke Depan

​Secara keseluruhan, kegiatan pengecekan urine di Polres Belitung berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti. Namun, Kapolres mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai. Beliau menekankan bahwa pengawasan tidak akan berhenti sampai di sini.

​“Ini bukan kegiatan pertama dan terakhir. Kami akan terus melakukan pengawasan secara acak dan berkala. Jangan sampai ada anggota yang merasa aman lalu mencoba-coba. Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada ruang bagi narkoba di Polres Belitung!” tutup AKBP Sarwo Edi Wibowo dengan tegas.

​Melalui langkah preventif ini, diharapkan seluruh personel Polres Belitung semakin disiplin dan bertanggung jawab. Dengan fisik yang sehat dan jiwa yang bersih dari narkoba, pelayanan kepada masyarakat Belitung dipastikan akan semakin prima, profesional, dan berintegritas tinggi.