WARTALIKA.id – Mengisi kemuliaan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang memadukan spiritualitas dan kemanusiaan. Tidak hanya menggelar tradisi buka puasa bersama untuk mempererat silaturahmi, Pemkot Jakarta Barat juga melaksanakan aksi donor darah massal guna memastikan ketersediaan stok kantong darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan yang dipusatkan di Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Barat ini dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, beserta jajaran pejabat kota, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat.
Dalam laporannya, program donor darah kali ini mematok target yang cukup tinggi, yakni sebanyak 6.700 pendonor. Untuk mencapai angka tersebut, pemerintah menggandeng berbagai lapisan elemen masyarakat guna memastikan partisipasi yang masif.
Beberapa unsur yang terlibat aktif dalam kegiatan ini meliputi: Perangkat Daerah (ASN dan PJLP) di lingkungan Jakarta Barat,Personel TNI dan Kepolisian, Kader PKK dan Kader Dasawisma,Pengelola RPTRA. Komunitas Olahraga dan Komunitas Wartawan.
Langkah ini diambil mengingat tren stok darah yang biasanya cenderung menurun selama bulan Ramadan, sementara kebutuhan medis di rumah sakit tetap stabil atau bahkan meningkat.
Selain agenda donor darah, momen ini juga menandai peresmian Ruang Paseban Betawi yang terletak di kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Pramono dengan prosesi simbolis. Ruang Paseban Betawi ini dirancang bukan sekadar sebagai pelengkap arsitektur gedung, melainkan memiliki fungsi strategis sebagai tempat bermusyawarah sekaligus ruang untuk menyambut tamu dengan penuh kehormatan sesuai adat istiadat Betawi.
“Hadirnya Ruang Paseban Betawi adalah simbol bahwa Jakarta tetap menjaga jati diri serta nilai-nilai budaya Betawi. Kita tidak boleh melupakan akar budaya di tengah laju modernitas kota yang sangat cepat,” ujar Gubernur Pramono dalam sambutannya.
Gubernur juga menekankan fungsi sosial dari ruangan tersebut bagi publik. Menurutnya, Paseban ini merupakan bentuk keterbukaan pemerintah terhadap warga.
“Ruang ini tidak hanya menjadi tempat bermusyawarah, tetapi juga menjadi simbol keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi masyarakat, sekaligus ruang edukasi budaya bagi masyarakat yang datang ke sini,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Pramono memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas berbagai inisiatif sosial yang terus digulirkan di wilayah Jakarta Barat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah rencana pelaksanaan operasi mata dan operasi katarak gratis yang dijadwalkan pada bulan April mendatang.
Kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah konkret pemerintah dalam menyentuh kebutuhan dasar kesehatan masyarakat, khususnya bagi kalangan lansia dan warga kurang mampu.
“Kami mengapresiasi PMI DKI yang telah bekerja sama dengan Pemprov DKI dengan sangat baik. Sinergi ini harus terus diperkuat. Kami akan mendukung penuh apa pun yang dilakukan PMI dan semua pihak demi kebaikan serta kesejahteraan masyarakat Jakarta,” pungkas Gubernur.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menambahkan bahwa rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu memicu efek domino positif bagi warga. Donor darah di bulan Ramadan juga menjadi edukasi bahwa berbagi tidak hanya soal materi, tetapi juga bisa melalui bagian dari tubuh kita yang sangat berharga bagi nyawa orang lain.
Acara kemudian ditutup dengan peninjauan fasilitas Ruang Paseban Betawi oleh Gubernur dan jajaran pejabat kota, sembari menyapa para pendonor yang sedang mengantre dengan antusias. Dengan semangat “Jakarta untuk Semua”, Pemkot Jakarta Barat optimis target 6.700 kantong darah dapat tercapai sebelum masa libur Idulfitri tiba.

