WARTALIKA.id – Keluarga besar Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten dari Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Kecamatan Penjaringan menggelar acara halalbihalal dan doa bersama pada Kamis malam (9/4/2026).

​Kegiatan yang berlokasi di Posko DPAC Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara ini menjadi ajang konsolidasi ratusan anggota untuk memperkuat tali persaudaraan sekaligus menjaga marwah organisasi di tingkat akar rumput.

​Ratusan anggota memadati lokasi dalam suasana kekeluargaan yang kental. Acara dipimpin langsung oleh Ketua DPAC Penjaringan, Timan, didampingi Wakil Ketua, Basri, serta dihadiri perwakilan ranting dari wilayah Penjaringan hingga Pademangan.

​Dalam arahannya, Timan menekankan pentingnya menjaga soliditas di tingkat akar rumput, tanpa harus terganggu oleh dinamika yang terjadi di tingkat pusat.

​”Kita di bawah harus tetap semangat dan kompak. Jangan terbawa arus dengan apa yang terjadi di atas. Kompaknya kita di bawah adalah kekuatan utama dan kunci kesuksesan kita bersama,” tegas Timan.

​Selain penguatan internal, Timan menginstruksikan anggota untuk terus bersinergi dengan pihak kepolisian demi menjaga keamanan lingkungan dan aktif membantu masyarakat. Ia juga mengumumkan dimulainya kembali agenda rutin pengajian setiap malam Jumat sebagai penguatan spiritual anggota.

Acara yang khidmat ini juga diisi tausiyah oleh Ketua Ranting Kali Cagak Kapuk Muara, Ustaz H. TB Mulyadi, dan Wakil Ketua 2 DPC Jakarta Utara, Ustaz Alwani.

​Namun, di sela acara, Ustaz Alwani menyoroti persoalan krusial mengenai masa berlaku Surat Keputusan (SK) dan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang banyak kadaluwarsa. Ia mendesak Pimpinan Pusat BPPKB Banten untuk segera mengambil langkah strategis.

​”SK dan KTA adalah bukti keabsahan resmi sebagai anggota. Kami meminta pimpinan pusat segera mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) karena dokumen administrasi anggota banyak yang sudah mati. Saya berharap anggota tetap setia dan tidak berpindah organisasi,” ungkap Ustaz Alwani.

​Menutup rangkaian acara, salah satu tokoh anggota, Bang Jago, kembali membakar semangat rekan-rekannya untuk fokus pada pengabdian masyarakat.

​”Fokus pada kegiatan positif. Waktunya kerja kita kerja, waktunya bantu masyarakat kita bantu. Urusan di atas biarlah mereka yang selesaikan, kita di bawah pimpinan Abah Timan dan Pak Basri harus tetap satu komando dan solid,” pungkasnya.

“Bagi anggota yang ingin memperbaharui data, silakan berkoordinasi dengan pengurus ranting masing-masing.”