WARTALIKA.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus berkomitmen meningkatkan standar pelayanan rehabilitasi khusus bagi anak-anak. Melindungi generasi muda sebagai langkah nyata, menggelar sosialisasi buku lembar balik bertajuk “Mendukung Anak Menuju Pemulihan dari Adiksi Narkotika” secara daring dari Ruang Hoegeng, Gedung BNN, Jakarta Timur, pada Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Rehabilitasi, BNN Provinsi (BNNP), hingga BNN Kabupaten/Kota (BNNK) di seluruh Indonesia. Inisiatif ini lahir sebagai respons atas meningkatnya risiko penyalahgunaan narkotika di kalangan anak di bawah umur, yang memerlukan penanganan spesifik dan berbeda dari pasien dewasa.
Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP) BNN menekankan bahwa proses pemulihan anak menuntut metode yang lebih adaptif, komunikatif, dan berorientasi pada masa depan.
Direktur PLRIP, dr. Amrita Devi, mengungkapkan data yang cukup mengkhawatirkan. Prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia tercatat mencapai 2,77%, atau setara dengan 5,43 juta jiwa penduduk pada rentang usia 15-64 tahun.
“Kondisi ini adalah alarm serius. Kita harus melindungi anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan terhadap paparan narkotika,” tegas dr. Amrita dalam sambutannya.
Beliau menambahkan bahwa petugas di lapangan kerap menghadapi kendala komunikasi saat mengedukasi anak maupun keluarga. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan harus lebih empatik.
Buku lembar balik yang disosialisasikan dirancang sebagai alat bantu praktis bagi para petugas rehabilitasi. Keunggulan media ini meliputi:
• Sistematis: Menyampaikan informasi tahap demi tahap dengan jelas.
• Sederhana: Menggunakan bahasa yang mudah dicerna oleh anak dan orang tua.
• Aplikatif: Memudahkan petugas memberikan edukasi yang lebih terarah dan efektif di lapangan.
Acara ini juga menjadi ajang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, antara lain:
• Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) & DP3A.
• Lembaga Internasional (UNICEF & Colombo Plan).
• Organisasi Profesional (HIMKI & HASKI).
Badan Narkotika Nasional menegaskan bahwa kunci keberhasilan pemulihan anak bukan hanya pada metode medis, melainkan juga pada konsistensi pendampingan dan sinergi lintas sektor. Dengan membekali petugas lewat media edukasi yang tepat, BNN optimis dapat memberikan harapan baru bagi anak-anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika untuk kembali ke masa depan yang lebih cerah.

