WARTALIKA.id – Dalam rangka memperingati Hari Posyandu Nasional ke-42 tahun 2026, Posyandu Bunga Tanjung RW 03, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, menggelar kegiatan Posyandu Serentak pada Rabu (29/4/2026). Langkah ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap penguatan pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh lapisan masyarakat.
Mengusung tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat“, kegiatan ini bertujuan memperkuat integrasi layanan primer. Fokus utamanya adalah memastikan akses kesehatan yang mudah dijangkau bagi ibu, bayi, balita, remaja, lansia, hingga masyarakat umum.
Staf Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kelurahan Tanjung Duren Utara, Casrin, menyatakan bahwa momentum ini sangat krusial untuk membangun kesadaran kesehatan sejak dini.
”Melalui kegiatan ini, Posyandu diharapkan dapat terus berjalan secara rutin dan berkelanjutan. Dengan semangat Hari Posyandu Nasional, Jakarta Barat berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya masyarakat yang sehat dan sejahtera,” ujar Casrin saat meninjau lokasi kegiatan.
Pantauan wartalika di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang tinggi. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran aktif kader Posyandu, PKK, Kader jumantik dan Kader Dasawisma dalam mengedukasi warga mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Casrin (Staf Kasie Kesra Kelurahan TDU), Syah Putra Adhitama, A.Md.Kom (Staf Kasie Kesra Kelurahan TDU),Petugas Kesehatan dari Puskesmas Kelurahan Tanjung Duren Utara, Pengurus RW 03 beserta staf, PKK, Kader Jumantik, Kader Dasawisma, serta jajaran Ketua RT setempat.
Melalui transformasi 6 SPM ini, Posyandu kini tidak hanya fokus pada balita, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan kesehatan terintegrasi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat akar rumput.

Peringati Hari Posyandu Nasional 2026 di Jakarta Barat
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, selaku Ketua Pembina Posyandu Kota Jakarta Barat mengatakan bahwa peringatan ini menjadi momentum untuk memastikan pelayanan dasar hadir lebih dekat dan tepat sasaran.
“Hari Posyandu Nasional menjadi momentum untuk memastikan bahwa pelayanan dasar hadir lebih dekat, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran. Posyandu adalah ujung tombak pelayanan pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus penguat Integrasi Layanan Primer yang selama ini telah menjadi fokus pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung layanan Posyandu sehingga semua lapisan masyarakat mendapat pelayanan kesehatan.
“Kita ingin Posyandu menjadi wajah pelayanan pemerintah yang nyata. Dari Posyandu yang kuat, akan lahir keluarga yang sehat, masyarakat yang sejahtera, dan generasi masa depan yang berkualitas. Oleh karena itu, saya mengajak semua elemen masyarakat, mulai dari lurah, camat, PKK, RT, RW, LMK, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendukung agar seluruh sasaran layanan dapat mengakses Posyandu,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Posyandu Kota Jakarta Barat, Ety Syartika, menegaskan bahwa peran Posyandu kini semakin luas.
“Posyandu hari ini bukan hanya tempat menimbang balita, lansia dan remaja, tetapi juga menjadi ruang pelayanan terpadu yang mendekatkan negara kepada masyarakat. Pelaksanaan Posyandu 6 SPM juga memperkuat Integrasi Layanan Primer yang telah berjalan, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih utuh, efektif, dan mudah dijangkau,” ujarnya.

