WARTALIKA.id – Niat hati ingin bahagiakan keluarga dari hasil pinjaman Bank Rakyat Indonesia (BRI) malah berujung sengsara lantaran cicilan pinjaman tak kunjung lunas dan membengkak.

Nasabah bernama Ahmad Badriah kini gigit jari lantaran uang gaji bulananya habis lantaran dipotong secara otomatis untuk bayar cicilan.

Kejadian berawal ketika Ahmad mengajukan pinjaman senilai Rp 50 juta dengan membayar cicilan bulanan sebesar Rp 1,4 juta .

Pinjaman tersebut terhitung selama tiga tahun kedepan dari tahun 2021 sampai tahun 2023 dan dibayarkan secara otomatis dari saldo Rekening (Auto Debit).

“Pinjaman untuk keperluan keluarga, yah niat saya mau bahagiakan keluarga dari pinjaman itu sebagian lagi untuk merenovasi rumah,” ungkap Ahmad kepada Wartawan Kamis 30 April 2026.

Seiring dengan itu, Ahmad dan angsuran pinjamanya berjalan lancar selama pembayaran. namun, masuk tahun keempat di 2026 terjadi kendala sistem auto debit terputus (AGF).

“Setelah terputus, selama tiga bulan berturut-turut uang gaji saya ludes dikuras secara otomatis dan nilai angsuran saya malah membengkak. Saya harus membayar angsuran sekira Rp 30 juta berikut bunga berjalan,” ujarnya.

Kepada Wartawan Ahmad mengaku tidak pernah menunggak dalam angsuran. Dia juga mengatakan perrnah mencoba memohon keringanan kepada pihak BRI .

“Pihak BRI malah janji mau bantu tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Saya kawatir uang gaji bulan ini masih terkena potong,” imbuhnya.

Ahmad mengatakan selain saldo dikuras habis, terlebih ada beberapa rekening miliknya yang belekangan ikut ludes.

Wartalika.id sudah mencoba konfirmasi pihak Bank BRI, namun salah pegawai bernama Danu tidak menjawab alasan pemutusan sistem Auto Debit Bank BRI.