WARTALIKA.id – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta Barat menyelenggarakan pelatihan khusus bagi para pengurus masjid di wilayahnya. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mereka dengan teknik pengelolaan administrasi yang lebih modern dan tertib, guna meningkatkan transparansi serta pelayanan kepada jemaah.

DMI Kota Jakarta Barat menggelar pelatihan dan sosialisasi pedoman pengelolaan administrasi serta program kerja DMI DKI Jakarta Tahun 2026 di Aula Serba Guna Masjid Agung Al-Muchlisin, Grogol Petamburan, Selasa (5/5/2026). Dengan tujuan memperkuat tata kelola masjid agar mampu berfungsi optimal sebagai pusat peradaban dan pelayanan sosial di tengah masyarakat.

Mewakili Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, Firmanuddin Ibrahim, mengatakan pentingnya tertib administrasi, khususnya terkait sertifikasi tanah wakaf. Ia mengingatkan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) agar memastikan legalitas lahan sejak dini.

“Jangan sampai ada masalah dokumen yang tidak lengkap saat kepengurusan berganti. Sosialisasi kepada para wakif dan ahli waris sangat penting agar keberadaan masjid memberikan ketenangan bagi umat,” ujarnya.

Selain aspek legalitas, Firmanuddin juga mendorong masjid bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan pembinaan generasi muda, serta mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap paham radikal.

“Masjid harus menjadi filter. Jaga suasana tetap kondusif dan bangun sinergi dengan lurah dan camat agar koordinasi berjalan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DMI Provinsi DKI Jakarta, KH Ma’mun Al-Ayyubi, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui hibah tahun 2026 sebesar Rp201 miliar yang diperuntukkan bagi kemaslahatan umat, termasuk bantuan operasional bagi imam dan marbot. Ia juga mendorong seluruh pengurus masjid masuk dalam program perlindungan sosial.

“Pengurus masjid, mulai dari marbot, imam hingga guru ngaji, perlu terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan agar mendapatkan jaminan perlindungan,” tegasnya.

DMI DKI Jakarta juga mulai mengembangkan konsep Eco-Masjid atau Masjid Hijau yang ramah lingkungan, antara lain melalui penyediaan fasilitas pengisian daya motor listrik bekerja sama dengan pihak swasta.

Ia menghungkapkan, untuk saat ini terdapat 935 Masjid dan 1.306 Musala di wilayah Jakarta Barat. Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk memastikan seluruh program DMI tersosialisasi hingga ke tingkat bawah.

“Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat administrasi dan kesejahteraan takmir. Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak agar pengurus masjid mendapat dukungan nyata,” pungkasnya.

​Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri Wakil Camat Gropet, RM Pradana Putra, Lurah Grogol Ady Saputro, perwakilan Kantor BPJS Ketenagakerjaan dan jajaran pengurus DMI tingkat kota, kecamatan, hingga perwakilan DKM se-Jakarta Barat.