WARTALIKA.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat melakukan uji coba cairan Eco Lindi atau penetral bau sampah, di dua TPS wilayah Kecamatan Tambora, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan kerjasama ini melibatkan tim dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kedatangan tim disambut Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah beserta jajaran, di Kantor Camat Tambora.
Tim terdiri atas Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Kabupaten Sidoarjo, M Bahrul Amig dan jajaran serta penemu cairan Eco Lindi, Rania Naura Anindhita.
Untuk diketahui, Eco Lindi adalah cairan penetral bau sampah ramah lingkungan yang terbuat dari fermentasi air lindi (cairan hitam TPA), molase (air tebu), asam sulfat, dan katalis organik.
Hadir pada kesempatan tersebut, Asekbang Jakbar Imron Sjahrin, Peneliti BRIN Siti Aminah, sejumlah Kabag, Camat Tambora Pangestu Aji serta 11 lurah se Tambora.
Usai diskusi di Kantor Camat Tambora, Wali Kota Iin Mutmainnah bersama tim Sidoarjo melakukan lapangan untuk melakukan uji coba Eco Lindi di TPS Jalan Duri Utara III, RT 15 RW 02 Keluarahan Duri Utara dan Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Jl Hanura Raya, Kelurahan Tanah Sereal.
Wali KotaJalarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan penerapan Eco Lindi merupakan salah satu solusi untuk mengatasi bau sampah.
Dikatakan Iin, sampah yang belum terangkut ini pastinya akan menimbulkan air lindi.
Lebih lanjut dikatakan Iin, uji coba Eco Lindi tentunya tidak selesai dalam sekejap. Menurutnya, ini harus ada komitmen bersama. Pihaknya akan lakukan sebuah tata kelola secara berjenjang dari mulai RW sampai kelurahan, kecamatan dan tingkat kota.
Ke depan, sambungnya, penggunaan Eco Lindi akan dilakukan di TPS-TPS kecamatan lainnya.
Dua tingkat kesulitan ini, lanjutnya, menjadi hal yang harus dipecahkan bersama.
“Tentu tujuh kecamatan lainnya segera kita akan juga lakukan sambil berjalan secara parsial dan secara bertahap besok juga kita akan lakukan koordinasi dan sosialisasi tentang teknologi Eco Lindi ini. Terima kasih banyak tim Kabupaten Sidoarjo. Ketika kita bekerjasama, bersinergi dengan banyak komponen, persoalan di wilayah pasti bisa kita selesaikan bersama-sama, tentu dengan komitmen,” sambungnya.
Sementara itu, penemu cairan Eco Lindi, Rania Naura Anindhita, mengungkapkan Eco Lindi adalah sebuah inovasi yang ia temukan saat masih menjadi mahasiswa. Dari S1 hingga kini sudah berjalan sekitar 4,5 tahun. Dalam pengembangannya inovasi ini sudah digunakan lebih dari 7 TPA di Indonesia.
Ia menegaskan penggunaan Eco Lindi aman lantaran sudah dipraktikkan.

