WARTALIKA.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menghadirkan lokasi baru Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Minggu (7/6/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya berkelanjutan untuk menekan emisi, mengurangi polusi udara, sekaligus menyediakan ruang publik yang lebih luas dan sehat bagi warga Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang hadir langsung menyapa warga, mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap lokasi baru ini sangat tinggi. Berdasarkan dialog langsung di lapangan, sebagian besar warga berharap kawasan Kuningan ini dapat menjadi agenda rutin HBKB yang berkelanjutan.

​“Saya melihat potensi besar di kawasan ini. Dilihat dari pemandangannya, kualitas udaranya, dan aksesibilitasnya, saya yakin Jalan Rasuna Said akan menjadi landmark baru bagi aktivitas warga di Jakarta untuk berolahraga, bersilaturahmi, dan menikmati ruang publik yang lebih nyaman,” ujar Gubernur Pramono.

Aksesibilitas dan Fasilitas Pendukung

Pelaksanaan HBKB Rasuna Said berlangsung setiap Minggu pukul 05.30–09.00 WIB. Untuk memastikan kenyamanan mobilitas warga, Pemprov DKI telah menyiapkan sistem pendukung yang matang:
​Manajemen Lalu Lintas: Pengalihan arus melalui 10 rute alternatif.
​Kapasitas Parkir: Menyediakan 4 lokasi parkir off-street yang mampu menampung 1.914 mobil dan 1.910 sepeda motor.
​Integrasi Transportasi: Aksesibilitas maksimal dengan dukungan 7 rute Transjakarta dan 2 rute LRT.
​Kanalisasi Khusus: Khusus akses menuju Kedutaan Besar Arab Saudi, Pemprov DKI menyediakan kanalisasi satu lajur yang diperuntukkan bagi kendaraan listrik atau kendaraan ramah lingkungan.

Gerakan “Parade Pilah Sampah”

Tidak sekadar menjadi ruang olahraga, HBKB Rasuna Said juga dijadikan momentum strategis untuk mengedukasi warga melalui Parade Pilah Sampah sepanjang 1,8 kilometer di kawasan Epicentrum.

Gubernur Pramono menekankan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi budaya masyarakat, bukan sekadar respons terhadap aturan. “Apa yang kami lakukan adalah upaya menjadikan pilah sampah sebagai perilaku sehari-hari, bukan hanya karena ada Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, tetapi karena kesadaran bahwa pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari rumah dan lingkungan kita sendiri,” tegasnya.

​Untuk mendukung gerakan ini, Pemprov DKI menyediakan 30 tempat sampah terpilah, truk sampah anorganik, hingga sarana penimbangan sampah di sepanjang jalur HBKB.

Ajakan Aksi dari Generasi Muda

Duta Pilah Sampah DKI Jakarta, Cinta Laura, yang hadir dalam acara tersebut, turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi perubahan lingkungan. Menurutnya, masalah sampah adalah tanggung jawab kemanusiaan.

​“Sebagai generasi muda, kita tidak boleh hanya mengeluh tentang polusi atau kotornya kota. Kita harus mulai mengubah kebiasaan. Sampah tidak selesai hanya dibuang, tapi harus dipilah dengan benar agar bisa didaur ulang,” ungkap Cinta Laura.

​Ia berharap, ruang publik seperti HBKB Rasuna Said dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berinteraksi secara positif sehingga kualitas hidup warga Jakarta secara keseluruhan dapat meningkat.