WARTALIKA.id – Masih dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, tak henti-hentinya memberikan kado spesial kepada masyarakat. Setelah sebelumnya memberangkatkan umrah gratis dan bedah rumah tak layak huni (Rutilahu), kini Kapolri bersama Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia melanjutkan Program Wisata Religi dengan memberangkatkan dua orang Kristiani taat secara gratis untuk ziarah Holy Land ke Yerusalem.
​Dua orang yang terpilih adalah Rostimaline Munthe (64) dan Elpi Tiopan Gultom (65). Keduanya dipilih dengan berbagai pertimbangan, di antaranya pengabdian mereka sebagai aktivis buruh yang juga aktivis perlindungan anak, serta pelayan gereja.
​Menurut Agustinus Sirait selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak—yang juga adik kandung mendiang Arist Merdeka Sirait, mantan Ketua Komnas Anak sekaligus Tokoh Perlindungan Anak Indonesia yang mendedikasikan hidupnya memperjuangkan hak buruh dan hak anak Indonesia hingga akhir hayatnya—kegiatan ini memiliki makna mendalam.
​”Bagi saya ini bukan suatu kebetulan. Dipilihnya Kak Ros [sapaan akrab Rostimaline Munthe] adalah sudah takdir Tuhan. Kakak saya, Bang Arist, menghibahkan hidupnya untuk melindungi anak Indonesia. Sebelumnya, bersama istrinya Kak Ros aktif sebagai aktivis sukarelawan buruh karyawan pabrik. Negara sebelumnya belum sempat hadir untuk memperhatikan almarhum dan keluarganya, namun melalui program Bapak Kapolri, kakak ipar saya, Kak Ros, bisa pergi ke Yerusalem dalam rangka ziarah Holy Land yang menjadi impian semua umat Kristiani,” ungkap Agustinus.
​Masih menurut Agustinus, kado yang diberikan oleh Bapak Kapolri ini tidak akan dilupakan seumur hidup mereka. “Kado dari Bapak Kapolri yang bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-80 dan Hari Anak Nasional ini akan menjadi momen terindah bagi mereka berdua [Rostimaline dan Elpi] serta catatan sejarah yang akan diingat hingga akhir hayat,” lanjutnya.
​”Kak Ros dan Bu Elpi kini sama-sama menjadi pelayan gereja atau penatua gereja—kalau dalam bahasa Batak disebut Sintua—yang tugasnya membantu pendeta di Gereja HKBP Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk melayani umat atau jemaat saat ibadah. Selain itu, Kak Ros kini aktif sebagai guru vokal paduan suara rohani di gereja tersebut,” ungkap Agustinus.
​Agustinus menambahkan, uniknya Gereja HKBP Pasar Rebo ini adalah saksi cinta almarhum Arist Merdeka Sirait dan Rostimaline Munthe, di mana keduanya dipertemukan dan menikah di gereja tersebut.
​Rostimaline Munthe dan Elpi Tiopan Gultom rencananya akan diberangkatkan oleh Bapak Kapolri melalui Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia pada tanggal 28 Agustus 2026 hingga 9 September 2026, meliputi kunjungan ke Israel, Mesir, dan Yordania, termasuk wisata rohani ke Danau Galilea.
​Momen dan Program Wisata Religi Ziarah Holy Land ini diharapkan menjadi bukti bahwa Polri semakin hadir dan peduli terhadap tokoh atau masyarakat berdedikasi tinggi, seperti mendiang Arist Merdeka Sirait yang jasa-jasanya dalam memperjuangkan hak-hak anak di Indonesia telah diakui hingga tingkat internasional.

