WARTALIKA.id – Kawasan historis Kota Tua Jakarta kembali bersinar melalui gelaran “Jakarta Light Festival” edisi Tahun Baru Imlek yang berlangsung Senin malam, 16 Februari 2026. Acara yang berpusat di Taman Fatahillah ini menyuguhkan perpaduan teknologi visual video mapping serta pertunjukan seni tradisional, menciptakan pengalaman wisata malam yang memukau bagi warga Ibu Kota mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.

Acara bertajuk “Chinese New Year Edition” ini digelar di Taman Fatahillah atau area Museum Fatahillah mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB, dan menjadi salah satu magnet hiburan publik di pusat wisata sejarah Ibu Kota. Pantauan WARTALIKA.id di lokasi, dilokasi, pukul. 19.30 WIB, Festival Imlek 2026 di  Taman Fatahillah tampak dipadati warga yang terus berdatangan dari berbagai wilayah. Lampion dan ornamen Imlek juga menghiasi jalanan di area kawasan Kota Tua Jakarta.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Jakarta Denny Aputra mengatakan puncak acara akan ditandai dengan pertunjukan video mapping yang diproyeksikan ke bangunan-bangunan bersejarah di sekitar Taman Fatahillah. Pertunjukan cahaya tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.15 WIB. “Pertunjukan video mapping akan digelar pada pukul 19.15 WIB. Kami ingin menghadirkan pengalaman visual yang berbeda bagi masyarakat yang merayakan Imlek di Kota Tua,” ujar Denny saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Video mapping sendiri merupakan teknik proyeksi visual berbasis cahaya yang memanfaatkan permukaan objek tiga dimensi, seperti gedung, panggung, atau patung, sebagai media tampilan. Dengan teknologi ini, bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua dapat “hidup” melalui ilusi visual seolah bergerak, berubah bentuk, atau memiliki dimensi baru, sehingga menambah daya tarik wisata malam hari.

Selain suguhan visual, perayaan Imlek di Kota Tua juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari barongsai, tarian tradisional, hingga hiburan musik dari grup band populer Hijau Daun dan Mata Band. Kehadiran para pengisi acara ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk datang dan merayakan Imlek bersama keluarga di ruang publik.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengemas rangkaian perayaan Imlek di Kota Tua selama dua hari, yakni Senin (16/2) dan Selasa (17/2), sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali ruang-ruang publik sekaligus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Panitia juga mengimbau pengunjung untuk menjaga ketertiban, kebersihan kawasan, serta mematuhi pengaturan arus pengunjung yang diterapkan petugas di lapangan.

Selain di Kota Tua, Pemprov DKI Jakarta turut menggelar perayaan Imlek di sejumlah titik strategis lainnya di Ibu Kota. Beberapa di antaranya adalah Monas dengan atraksi serupa dan air mancur menari pada 16–17 Februari 2026, Bundaran Hotel Indonesia melalui Festival Imlek Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah lewat Festival Pecinan Jakarta, Blok M Hub melalui Harmoni Jakarta, hingga Festival Klenteng Jakarta di sejumlah titik rumah ibadah.

Mengingat tingginya animo masyarakat, Pemprov DKI Jakarta mengimbau pengunjung untuk menggunakan moda transportasi umum seperti TransJakarta atau Commuter Line menuju stasiun Jakarta Kota guna menghindari kepadatan lalu lintas. Pengunjung juga diingatkan untuk tetap menjaga kebersihan di area situs cagar budaya selama festival berlangsung.

Dengan adanya Jakarta Light Festival, diharapkan momen Imlek tahun ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi magnet wisata yang memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan kaya akan atraksi budaya digital.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga memperkuat semangat toleransi, keberagaman budaya, serta memperkaya agenda pariwisata tematik Jakarta dalam menyambut momen perayaan besar masyarakat Tionghoa.