WARTALIKA.id – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di Jakarta mencapai 1.000 kantong setiap harinya, meski ketersediaan stok darah cenderung menurun selama bulan Ramadan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan donor darah Ramadan dan buka puasa bersama di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (9/3/2026) sore, didampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Untuk itu, Jusuf Kalla mengapresiasi Donor Darah Ramadan yang diselenggarakan Pemkot Jakbar bersama kolabolator tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah bekerja keras untuk selalu mengadakan upaya menggalakkan donor besar-besaran untuk mengurangi kekurangan darah yang memang selalu terjadi di bulan Ramadan. Karena orang puasa itu kadang-kadang ingin menunda donor darahnya,” ujar Jusuf Kalla.

Menurutnya, kebutuhan darah di Jakarta sangat tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan, Jakarta memerlukan sedikitnya 1.000 kantong darah setiap hari.

“Padahal Jakarta ini membutuhkan minimum 1.000 kantong per hari,” sebut Jusuf Kalla.

Ia mengungkapkan, tingginya kebutuhan tersebut bukan hanya dari warga Jakarta, melainkan banyak pasien dari berbagai daerah di Indonesia datang berobat ke Jakarta. Sehingga kebutuhan darah pun meningkat di ibu kota.

“Itu dilakukan karena Jakarta ini pusat kesehatan Indonesia. Jadi bukan hanya orang Jakarta yang butuh kantong darah, tapi juga dari daerah-daerah lainnya datang berobat di Jakarta,” jelas Jusuf Kalla.

Oleh karenanya, PMI sering menggelar kegiatan donor darah selama Ramadan pada sore hingga malam hari. Metode tersebut agar masyarakat yang berpuasa tetap bisa mendonorkan darahnya.

“Kalau umumnya pagi, ini kalau bulan puasa itu malam, sore atau malam. Itu selalu begitu metodenya di PMI,” pungkas Jusuf Kalla.

Untuk diketahui, Donor Darah Ramadan digelar selama lima hari dari 9 hingga 13 Maret 2026. Dengan sasaran pendonor dari kalangan ASN, PPPK dan PJLP Pemkot Jakarta Barat, aksi kemanusiaan ini menargetkan sebanyak 5.000 kantong darah dari sekitar 6.700 pendonor.